Setelah malam penuh air mata itu, Neysha perlahan mulai menerima kenyataan. Doa-doa yang tak terjawab membuatnya semakin yakin bahwa Allah SWT sedang menyiapkan jalan lain yang lebih indah. Ia berhenti memandang masa lalu sebagai luka, dan mulai menjadikannya sebagai pelajaran berharga.
Hari-hari Neysha kini dipenuhi dengan semangat baru. Ia tetap istiqomah dalam ibadah wajib maupun sunnah, bahkan semakin rajin menghadiri kajian. Dari sana, ia menemukan lingkungan yang mendukung, teman-teman yang menenangkan, dan rasa damai yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Tak hanya itu, perubahan sikap dan keteguhan hati Neysha membawa berkah besar. Ia diterima bekerja di salah satu perusahaan terbaik di kotanya. Saat pertama kali melangkah ke kantor barunya dengan hijab yang anggun, ia merasa benar-benar lahir kembali. Dunia yang dulu terasa sempit kini terbuka luas, penuh peluang dan harapan.
“Ya Rabb, Engkau memang tidak mengabulkan doaku untuk kembali pada Reyno. Tapi Engkau menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih indah: ketenangan hati, iman yang kuat, dan masa depan yang penuh cahaya,” bisik Neysha dalam hati, sambil tersenyum menatap langit pagi.
Memasuki dunia kerja, Neysha merasakan atmosfer yang berbeda dari bangku kuliah. Lingkungan kantor yang penuh profesionalisme membuatnya harus cepat beradaptasi. Meski diterima di salah satu perusahaan terbaik di kotanya, perjalanan awalnya tidak selalu mulus kelihatannya.
Ia dituntut untuk menyelesaikan proyek dengan tenggat waktu ketat. Rasa gugup sempat membuatnya kurang percaya diri, namun ia belajar mengatur waktu dan fokus. Budaya kerja yang disiplin dan penuh persaingan membuatnya harus menyesuaikan diri. Ney belajar menjaga komunikasi dengan rekan kerja agar tidak merasa terasing.
Di minggu pertama, Neysha sempat salah mengirim laporan. Alih-alih dimarahi, atasannya memberi masukan yang membangun. Dari situ ia belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses. Setiap kali merasa tertekan, Neysha kembali menguatkan diri lewat doa dan tahajud. Ibadah menjadi sumber energi yang membuatnya tetap tenang menghadapi tantangan.
“Aku pernah jatuh karena cinta, tapi kali ini aku tidak boleh jatuh karena pekerjaan. Aku harus membuktikan bahwa aku mampu berdiri tegak dengan iman dan kerja keras,” ucap Neysha dalam hati, sambil menatap layar komputernya dengan tekad baru.
Hari-hari penuh tantangan akhirnya berbuah manis. Setelah melewati bulan-bulan penuh tekanan, Neysha berhasil menyelesaikan proyek pertamanya dengan hasil yang memuaskan. Ia diminta membuat laporan analisis pasar untuk klien besar, sebuah tugas yang awalnya membuatnya gemetar. Namun berkat ketekunan, doa, dan kerja keras, laporan itu justru mendapat pujian dari atasannya.
Ney berhasil menyusun data yang rapi dan insight yang tajam membuat klien merasa terbantu dalam mengambil keputusan bisnis. Manajernya pun menyebut hasil kerja Neysha sebagai standar baru bagi tim junior. Keberhasilan ini membuat Neysha yakin bahwa ia mampu bersaing di dunia profesional. Malam itu, ia kembali sujud dalam tahajud, bukan lagi dengan air mata kesedihan, melainkan air mata syukur.
“Ya Rabb, Engkau memang selalu tahu apa yang terbaik. Aku pernah merasa hancur, tapi kini Engkau tunjukkan bahwa aku bisa bangkit dan berprestasi,” bisik Neysha sambil menatap layar komputernya yang menampilkan email ucapan terima kasih dari klien.
Kini hidup Neysha mulai berangsur-angsur stabil mulai dari hubungannya dengan keluarga yang semakin membaik, finansial yang semakin kuat, dari segi religi pun ia memiliki pondasi yang terbilang cukup baik, namun di balik semua itu tetap ada kekosongan di hatinya, ya soal jodoh. Hal itu mendadak menjadi krusial sebab saat ini usia Ney sudah memasuki usia 25 tahun di mana teman-temannya sudah mulai berkeluarga bahkan sudah dikaruniai anak.
Alih-alih memperkenalkan pacar ke orang tua, saat itu Ney memang benar-benar menikmati kesendiriannya, ia tidak dekat dengan laki-laki mana pun setelah putus dari Reyno.