Rumah Tangga Tanpa Iman

Gabriella Gunatyas
Chapter #11

Ninda

Pagi itu Ney sudah tak sabar untuk bertemu dengan putri kecilnya Hilya Yola Khanza, bayi perempuan itu belum bertemu ibunya setelah dilahirkan karena harus menjalani perawatan intensif.Saat Ney sarapan pagi disuapi sang ibu, Ary diminta ke ruang bayi untuk bertemu dengan dokter anak yang saat itu bertugas. Setelah semuanya dinyatakan normal, Hilya pun diantar ke kamar Neysha. Raut wajah bahagia tidak bisa disembunyikan oleh wanita 26 tahun ini. 

Luka bekas operasi yang masih terasa nyeri membuat Ney hanya bisa mandangi Hilya yang tidur di ranjang bayi di sebelahnya, Ney belum berani menggendong bayi mungil yang tampak masih kemerahan itu. Bahkan untuk duduk saat itu Ney belum mampu. Suster menggendong bayi kecil itu dan diletakan di dada Neysha.

“Ibu, biar adik belajar mengenyut ya, biasanya ASI juga terpancing untuk cepat keluar, dilatih terus ya Bu, bayi baru lahir itu masih punya cadangan makanan sampai tiga hari, jadi jangan terlalu khawatir, berdoa saja semoga ASI-nya cepat keluar,” ujar suster itu.

Beberapa kali belajar, Hilya mau pun Neysha masih sama-sama kesusahan, gemas dengan aksi keduanya yang masih sama-sama belajar. Ibu Ney dan juga mertuanya yang ada di ruangan itu pun berinisiatif memberikan Hilya dot kosong untuk belajar mengenyut. Sementara Ney berjuang memancing ASI dengan cara pumping.

Neysha pun merasa tertekan lantaran melihat anaknya belum juga mendapatkan susu, ia pun berinisiatif untuk pumping dengan model paling kencang agar ASInya segera keluar. Selain itu ia juga meminta salah satu temannya untuk mengirimkan suplemen yang bisa merangsang keluarnya ASI. Ney juga bukan tipe orang yang cuek dengan kehamilannya, terhitung di trimester tiga kehamilannya, Ney sudah mengkonsumsi susu pelancar asi dan beberapa makanan lain dengan harapan setelah melahirkan ASI-nya langsung keluar.

Para perawat yang bergantian menangani Ney pun ikut memberikan dukungan untuk Ibu baru ini, para perawan mengatakan ASI belum keluar di hari pertama setelah lahiran adalah hal yang lumrah, di waktu-waktu ini Ney diminta tenang, rileks dan tidak stress agar asinya bisa segera keluar. Tapi masalah baru muncul sore itu, buntut Ary yang mengunggah Story tentang berita kelahiran anaknya membuat saudara-saudaranya di kampung heboh.

Mereka semua datang belum ada 24 jam setelah Ney melahirkan anaknya, saat itu Ney yang baru belajar berjalan setelah operasi pun terkejut dengan kedatangan rombongan keluarga Ary dari kampung yang sangat banyak.Alih-alih memberi selamat, rombongan yang kebanyakan adalah Ibu-ibu ini tanpa sengaja malah mencederai hati Neysha, dengan anda ketus beberapa dari mereka menghakimi Neysha yang belum bisa meng-ASIhi.

“Belum minum susu, ASI Ibunya belum keluar,” ujar mertuanya.

“Ya Allah kasihan, cuma mangap-mangap doang, kalo cucu kemarin alhamdulillah lahir ASI ibunya langsung banjir, jadi nggak perlu puasa ya dek ya,” balas salah satu orang dari rombongan ini.

“Untung tau kabar lahiran pas masih di rumah sakit, kalau udah di rumah males banget jauh-jauh ke rumah Neysha, mending besuk di rumah sakit lebih dekat,” timpal yang lain.

Lihat selengkapnya