Blurb
Keluarga yang utuh saja bisa retak. Lalu bagaimana dengan keluarga yang bahkan sudah kehilangan satu bagian terpentingnya?
Tikva Nadir tumbuh tanpa sosok ayah, hanya bersama ibu dan adik-adiknya, sambil memendam kecemasan yang tak pernah benar-benar hilang. Kepergian sang ayah meninggalkan lebih dari sekadar luka, ia meninggalkan kekosongan yang perlahan menggerogoti hidup mereka.
Saat Tikva berusaha menemukan jati diri dan memikul tanggung jawab yang semakin berat. Satu per satu konflik muncul mengguncang hubungan, kepercayaan, dan kasih sayang yang ia kira akan selalu ada.
Di tengah semua itu, Tikva dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak mudah dijawab:
Bisakah ia benar-benar merasa utuh tanpa sosok ayah dalam hidupnya?