Blurb
Arina, baginya nikah muda bukanlah suatu hal yang pernah ia bayangkan dalam kehidupannya. Tapi semuanya terjadi. Ia menikah, lalu melahirkan sebuah putra di usianya yang ke dua puluh satu tahun.
"Aku gak pernah minta pernikahan, tapi aku meminta untuk menghadirkan cinta yang abadi dan halal."
Langkah demi langkah yang dilaluinya, mengisahkan titik cerita yang membawanya pada sebuah kedewasaan. Ia marah sekaligus kecewa, tapi dengan rapalnya, "gak apa-apa, tolong biarkan aku mati! Biarkan aku gak selamat ketika melahirkan dia."
Arina tetap hidup.
Entah dosa apa yang ia perbuat hingga titik perceraian di usianya yang singkat juga menyertai kehidupannya? Atau justru sebuah karma yang ia terima akibat orang-orangnya yang terdahulu?
Ia tidak begitu paham.
Sekalipun dengan orang tuanya. "Sabar ... jaminannya surga, Na."
Bagaimana mungkin Arina sabar atas segala hal yang dialaminya? Bahkan saat mengancam nyawanya?