Rumah Tanpa Kasih

Luv
Chapter #12

11| Hilang

Seseorang tampak merebahkan diri di atas kasur, masih memakai kaos olahraga yang sedikit basah oleh keringat serta rambut yang sedikit acak-acakan. Tangannya terentang lebar. Tubuhnya terkulai lelah. Wajahnya tampak lega karena akhirnya menemukan tempat nyaman untuk mengistirahatkan diri.

Baru memejamkan mata sejenak, ia mengingat sesuatu. Masih dengan posisi berbaring, pemuda itu mengambil sesuatu dari saku celana trainingnya. Satu tangannya terangkat, menggenggam kalung yang liontinnya menggantung.

Sore tadi. Setelah bel pulang sekolah, ia berlatih basket dengan teman-temannya. Di pinggir lapangan, ia melihat kalung itu di antara dedaunan.

Larinya mengejar bola terhenti. Ia menunduk, lalu mengambilnya. Liontinnya kecil berbentuk hati dengan permata putih di tengah.

"Gam!"

Ia menoleh. Teman-temannya mengerutkan kening. Salah satu di antara mereka mengedikkan dagu seolah bertanya, "Ada apa?"

Gamma memasukkan kalung itu ke saku celananya, lalu berlari dan bergabung lagi dalam permainan.

Sekarang, ia masih berbaring menatap kalung itu. "Akhir-akhir ini, gue sering banget nemu barang," gumamnya.

Jauh dari sana, seseorang sedang kelimpungan mencari benda berharganya yang hilang.

Ia baru sadar sekitar lima belas menit setelah sampai di rumah. Tadi, sesampainya di rumah, ia langsung mengobati tumitnya yang lecet. Tapi saat tangannya tanpa sengaja menyentuh leher, ia terkejut. Kalung yang selalu ia pakai tak ada.

Bintang berlari keluar rumah. Barangkali jatuh di luar. Matanya menyisir halaman, pagar, dan sekitar. Namun tak ada.

Ia menggigit bibir bawahnya. "Bisa-bisanya baru sadar."

Bintang berbalik menuju rumah, mengenakan sandal, dan menutup pintu. Ia menyusuri jalan sambil menunduk, sesekali celingak-celinguk. Namun, hingga gapura perumahannya, kalung itu tidak ditemukan.

"Aduh ... jatuh di mana lagi? Hilangnya kapan ya? Seingetku tadi pagi masih aku pakai. Pas sekolah juga kayaknya masih ada."

Lihat selengkapnya