Hujan rintik-rintik turun saat ia baru saja keluar dari pemakaman orang tuanya. Bintang menengadahkan tangan kirinya. Titik-titik kecil air itu jatuh di sana. Sudut bibir tertarik sedikit. Ekspresinya tak bisa dibaca, entah senang atau sedih. Telapak tangan yang semula terbuka, perlahan jarinya melengkung.
Gadis itu mulai berjalan pelan menyusuri trotoar. Langit sudah hampir gelap tapi ia masih jauh dari rumah. Hampir dua jam ia menghabiskan waktunya di pemakaman.
Apa yang ia lakukan? Seperti biasa, curhat pada gundukan tanah orang tuanya.
Saat ia bergelut dalam lamunan, tiba-tiba terdengar suara klakson di sampingnya.
Bintang terlonjak kaget, sontak ia menoleh. Seorang pengendara motor telah berhenti tepat di sebelahnya. Orang itu membuka kaca helmnya.
Dia, Gamma.
Pemuda itu tersenyum simpul, namun jelas wajahnya menunjukkan raut keheranan. "Kok masih pakai seragam sekolah?" tanyanya penasaran.
Bintang tak langsung menjawab. Kedua tangannya mengepal erat. Setelah menarik napas pelan, ia menjawab, "Mm, tadi ... aku mampir dulu ke suatu tempat."
Gamma manggut-manggut. "Mau gue anter?" tawarnya.
Dengan cepat Bintang menggeleng. "Enggak."
"Jam segini mungkin angkot jarang lewat. Kalau pakai ojek sayang uangnya. Mending sama gue aja, gratis," bujuk Gamma, ada nada jenaka di kalimatnya.
Bintang kembali menggeleng.
"Ini makin deres loh. Enggak apa-apa gue anter."
Tanpa banyak bicara lagi, Gamma melepas jaketnya. Kemudian, menyerahkannya kepada Bintang.
"Ayo!"
Bintang menoleh ke sembarang arah, membiarkan tangan Gamma beserta jaketnya mengambang di udara.
"Bintang?" panggil Gamma. "Ayo, gue anter."
"Iya, tapi jaketnya nggak usah."
"Pakai aja," bujuk Gamma. "Ntar kalau makin deres, seragam lo basah kuyup."
Akhirnya, dengan gerakan ragu, Bintang meraih jaket Gamma lalu ia melepas tasnya.
"Sini gue bawain," ujar Gamma sambil mengambil alih tas Bintang.
Setelah Bintang selesai memakai jaketnya, ia kembali menyerahkan tas itu. Dan sebelum Bintang naik, Gamma membuka footstep motornya.
"Udah?"
"Udah."
Setelah itu, Gamma mulai melajukan motornya, tidak terlalu cepat ataupun pelan.
"Rumah lo daerah mana?"