Suasana kelas XI IPA 2 riuh sebelum bel masuk berbunyi. Sebagian siswa sibuk mengobrol dan sisanya sibuk dengan ponsel masing-masing.
Gamma baru saja meletakkan tasnya di meja saat Edo, teman sebangkunya, datang.
"Kalung yang lo upload di IG punya siapa?"
Gamma duduk di bangkunya. "Kalau gue tahu, enggak akan gue posting."
"Pasti DM lo rame," celetuk temannya yang lain.
Gamma tak menanggapi. Tapi, memang benar. Belum lima belas menit, lebih dari lima belas DM yang masuk. Mulai dari akun yang saling follow sampai yang tidak ia follback. Bahkan, orang yang tidak ia kenal dan pastinya tidak satu sekolah ikut mengirim pesan kepadanya.
"Lo nemu di mana?" tanya Edo sambil duduk di kursinya,
"Di lapangan."
"Berarti punya anak sekolah sini dong."
Baru saja datang, Angga langsung ikut menyahut, "Ngomongin apa, sih?"
"Ini si Pangeran nyari Cinderella-nya, tapi ini pakai kalung bukan sepatu."
"Oo ... yang sorry lo semalem?"
Gamma hanya mengangguk singkat, lalu mengeluarkan ponselnya. Ia kembali membuka akun Instagram-nya. Pesan yang masuk bertambah, tapi entah mengapa ia merasa pemiliknya tidak ada di salah satu rentetan pesan itu.
Di sisi lain, suasana di kelas XI IPS 1 tak jauh berbeda. Dua siswi yang duduk di bangku belakang tengah asyik membicarakan unggahan G.
"Ngomongin apa sih kalian?"
"Ini, postingan si Gamma. Yang dia nemuin kalung dan sekarang lagi nyari yang punya," jelas gadis berbando hijau.
"Coba lihat," pinta temannya yang tadi bertanya.
Tak jauh dari mereka, Bintang yang duduk selisih dua bangku di depan mereka tanpa sengaja mendengar percakapan itu. Tangannya yang semula sibuk membuka-buka buku paket langsung terhenti.
Kalung? batinnya.
Ia langsung mengambil ponselnya dar dalam tas, lalu membuka media sosial. Jarinya mengetik nama Gamma di-search bar. Ada lebih dari satu akun bernama Gamma dan semua poto profilnya tidak memperlihatkan wajah.
"Yang mana ini?" Gumamnya kebingungan menentukan yang mana akun yang ia cari.
"Insta story ... iya yang ada story-nya," tambahnya setelah diam beberapa saat.
Bintang membuka akun pertama, lalu menelusuri beberapa unggahannya. Begitu wajah pemilik akun muncul di layar, ia langsung menutupnya.
Bukan. Akun kedua juga bukan. Akun ketiga pun masih bukan. Hingga akhirnya, di akun keempat, ia menemukan wajah yang dikenalnya.
Nama lengkap Gamma terpampang di bagian bio, Gamma Sandewa.
BintangĀ langsung membuka Instagram Story terbaru Gamma. Begitu foto itu memenuhi layar ponselnya, napasnya tertahan. Tidak mungkin salah. Kalung berliontin hati itu adalah miliknya yang selama berhari-hari ia cari.
Tanpa buang waktu, ia langsung mengirim sebuah pesan ke Gamma.
Hai, itu kalungku
Sementara itu, di tempatnya berada, Gamma memandang pesan singkat tanpa basa-basi tu tanpa kedip. Jarinya telunjuknya bergerak menyentuh kata "lihat profil". Akun bernama aqlaya itu hanya memiliki kurang dari 100 pengikut, hanya mengikuti tujuh akun, dan tiga postingan langit malam. Postingan terakhirnya ber-caption "Datang ya ke mimi Aya".
"Aqlaya?" gumamnya, lalu menoleh pada teman sebangkunya. "Kenal Aqlaya enggak lo?"
Temannya menggeleng sambil menjawab, "Enggak pernah denger namanya."