Rumah Tanpa Rahasia

Sundayana
Chapter #2

BAB 2: Luka Lama Sang Anak Tengah

Suara riuh gelak tawa membahana di ruang tengah rumah orang tua Doni. Minggu siang itu, tradisi kumpul keluarga kembali digelar. Wangi masakan ibu yang khas memenuhi ruangan, berbaur dengan aroma minyak telon dari para keponakan yang berlarian.

​Dari delapan bersaudara, hampir semuanya hadir. Rumah tua beratap genteng jadul itu terasa makin sempit, tapi justru suasana hangat seperti inilah yang selalu dipamerkan keluarga besar Doni ke tetangga sekitar.

​"Kang Robi sekarang sudah naik jabatan jadi manajer di kantornya, kan, Bu?" celetuk Teh Imas, anak tertua, sambil memotong buah di meja.

​Ibu tersenyum bangga, dadanya menepuk pelan. "Iya, Alhamdulillah. Robi itu dari dulu memang paling bisa diandalkan. Apa-apa selalu mikirin adik-adiknya."

​Doni yang duduk di sudut ruangan, dekat rak buku tua, hanya tersenyum tipis. Ia memangku Ozil yang sedang sibuk bermain game di ponsel Doni. Di sebelah kanan Doni, tiga adiknya sedang asyik mengobrolkan rencana kuliah dan ponsel keluaran terbaru yang baru saja dibelikan oleh Kang Robi.

​Sebagai anak ketiga, Doni selalu merasa seperti bayangan yang tak kasat mata.

​Sejak kecil, skala prioritas di rumah ini selalu punya rumus yang jelas: fokus utama untuk Kang Robi dan Teh Imas karena mereka anak tertua yang harus diutamakan jalannya, lalu sisa perhatian dan fasilitas akan dicurahkan penuh untuk lima adiknya yang masih kecil dan "butuh dilindungi".

​Doni? Doni berada di celah sempit di antaranya.

​“Kamu kan sudah gede, Don. Mengalah sama adik-adikmu, ya.”

“Don, baju bekas Kang Robi masih bagus, pakai ini saja dulu. Uangnya mau dipakai buat bayar SSB adikmu.”

Lihat selengkapnya