Rumah Tanpa Rahasia

Sundayana
Chapter #4

Bab 4: Tameng yang Mulai Retak

Suara gemuruh mesin motor matic milik Doni menderu pelan di tengah kemacetan sore jalanan kota. Jaket hijau kusam yang melekat di tubuhnya sudah agak basah oleh keringat dan cipratan air hujan yang tersisa di aspal.

​Hari ini terasa begitu panjang dan melelahkan. Sejak pagi hingga siang, Doni memeras tenaga di kantor menjalani status barunya sebagai karyawan harian lepas setelah gelombang efisiensi perusahaan memotong status kontraknya enam bulan lalu. Uang harian yang diterimanya tak lagi menentu, tergantung ada atau tidaknya beban kerja. Begitu jam kerja kantor usai, Doni tak langsung pulang; ia merogoh ponselnya, menyalakan aplikasi ojek online, dan membelah jalanan hingga larut malam demi mengejar beberapa ribu rupiah tambahan.

​Namun, berjam-jam menatap layar ponsel di atas stang motor kini tak lagi sama. Setiap kali bunyi "teeeettt" tanda orderan masuk berbunyi, jantung Doni justru berdegup kencang karena cemas, khawatir notifikasi itu bukan dari pelanggan, melainkan pesan ancaman dari penagih hutang.

​Doni meminggirkan motornya di depan sebuah toko kelontong yang sudah tutup. Ia membuka helm, menyapu keringat di dahi dengan ujung lengan jaketnya. Jarinya menekan layar ponsel, melihat saldo dompet digital Ojol-nya yang hari ini hanya menyisa beberapa puluh ribu rupiah setelah dipotong biaya bensin.

Angka yang jauh dari kata cukup untuk menutupi cicilan hutang bulan ini.

​Di rumah, suasana hampa masih menyelimuti. Pintu depan yang biasanya disambut dengan senyuman dan segelas teh hangat dari Silvi kini terasa dingin.

​Doni melangkah masuk setelah melepas sepatu. Di meja makan kecil mereka, terdapat satu lembar kertas rincian pembayaran buku dan biaya daftar ulang sekolah Ozil yang baru saja naik kelas 2 SD. Di atas kertas itu, tergeletak amplop cokelat berisi uang tunai hasil gaji mengajar Silvi yang sudah berkurang drastis karena dipakai menambal hutang Doni kemarin.

​Silvi keluar dari dapur membawa mangkuk berisi sup sayur. Wajahnya tampak pucat, lingkaran hitam membayangi bawah matanya.

Lihat selengkapnya