Rumah Tanpa Rahasia

Sundayana
Chapter #6

Bab 6: Keadilan yang Lucut di Kantor Pusat

Gedung lima lantai bertuliskan logo perusahaan berbahan akrilik mengilap itu berdiri megah di pusat kota. Di lantai dua, dalam ruangan berpendingin udara yang mendengung halus, Doni sedang menatap tumpukan berkas laporan keuangan dan dokumen logistik yang menumpuk tinggi di atas mejanya.

​Di sekelilingnya, beberapa staf berstatus karyawan tetap sedang asyik bersendagurau sambil memegang cangkir kopi, membicarakan rencana liburan akhir pekan. Sementara di meja Doni, pekerjaan seolah tak pernah ada habisnya.

​Sebagai karyawan harian lepas di kantor pusat, beban kerja yang dipikulkan ke bahu Doni justru jauh lebih berat daripada staf berstatus karyawan tetap yang mendapat gaji utuh berikut tunjangan. Setiap kali ada pekerjaan rumit yang membutuhkan ketelitian tinggi dan lembur tanpa uang tambahan, nama Doni-lah yang pertama kali dipanggil.

​"Don, tolong rapikan rekapitulasi data cabang untuk bulan lalu, ya. Harus selesai sebelum jam lima," ujar seorang supervisor sambil menaruh map tebal di mejanya tanpa memandang wajah Doni.

​Doni hanya mengangguk pelan. "Baik, Pak."

​Tidak ada protes. Tidak ada bantahan. Namun di dalam dadanya, ada rasa sesak yang bergejolak hebat.

Lihat selengkapnya