Rumah Tanpa Rahasia

Sundayana
Chapter #9

Bab 9: Badai di Atas Meja Kerja

Di salah satu ruang lantai dua gedung kantor pusat, suasana terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Suara ketikan papan ketik dan dengung mesin cetak saling bersahutan, namun di meja Doni, waktu seolah berjalan begitu lambat dan menekan.

​Ponsel di dalam saku celananya bergetar tanpa henti. Mode getar yang sengaja Doni aktifkan justru terasa seperti sengatan listrik di pahanya setiap kali notifikasi masuk. Puluhan pesan singkat dan panggilan dari nomor-nomor tak dikenal membanjiri perangkat murahnya.

“DONI! KALAU HARI INI TIDAK BAYAR, NOMOR ATASAN DAN TEMAN KANTORMU AKAN KAMI TEROR SATU PER SATU!”

​Doni memejamkan mata sejenak, mengusap wajahnya yang kusam. Keringat dingin menetes di tengkuknya. Ancaman itu bukan gertakan sambal. Sistem aplikasi pinjol ilegal itu telah meretas seluruh daftar kontaknya saat ia pertama kali mengunduh aplikasi haram tersebut beberapa bulan lalu.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki bersepatu kulit menghentak lantai granit. Pak Dadan, supervisor divisi logistik yang terkenal galak, berjalan melangkah cepat menuju meja Doni dengan wajah memerah.

​"Doni! Ikut saya ke ruangan sekarang!" tegurnya setengah berbisik, namun nadanya sarat akan amarah.

​Beberapa staf di sekeliling meja Doni langsung menoleh. Bisik-bisik kecil mulai terdengar. Doni menelan ludah, bangkit dari kursinya dengan dada berdegup kencang, lalu mengekor di belakang atasannya tersebut.

Lihat selengkapnya