Rumah Tanpa Suara

Noveria
Chapter #2

Chapter 1- Produk Gagal

Enam bulan sejak malam perayaan wisuda, rumah menjadi semakin sunyi. Kak Zafran sedang berjibaku dengan stase koas pertamanya. Alih-alih memilih rumah sakit kota yang nyaman, ia justru mengajukan diri untuk bertugas di sebuah puskesmas pedalaman. Wilayah terpencil itu hanya bisa dijangkau dengan perahu kecil dan menurut penuturannya, butuh waktu berjam-jam untuk bisa kembali berpijak di peradaban kota.


Sementara itu, Ibu semakin tenggelam dalam kesibukan di rumah sakit karena jadwal operasinya padat dari pagi hingga dini hari. Ayah pun tidak jauh berbeda karena ia lebih sering menghabiskan waktu di Intensive Care Unit demi memantau pasien. Sedangkan aku kembali menjadi makhluk tak kasatmata yang menghabiskan hari hanya di dalam kamar selama musim liburan sekolah ini.


Kalaupun ada waktu senggang saat Ibu dan Ayah berkumpul di ruang makan, keduanya hanya membahas masa depan kakakku. Percakapan itu kemudian diselingi dengan urusan pekerjaan masing-masing melalui telepon.


Tapi tidak malam ini, setelah sekian lama, Ibu akhirnya menyempatkan diri pulang lebih awal. Itu pun terjadi karena aku membolos les hingga tutorku menelepon Ibu dan memaksanya pulang untuk mengurus kesalahanku.


"Sudah Ibu bilang, perbaiki nilaimu! Lihat, semuanya turun dari tahun sebelumnya. Sebentar lagi ujian dan—" Ibu mengusap wajahnya dengan frustrasi lalu menyobek kertas hasil ulanganku yang buruk.


Aku sengaja melakukannya karena aku memang menunggu momen ini.


"Tidak ada uang jajan selama satu bulan. Mengerti, Maura?"


Aku hanya mengangguk sambil tetap tertunduk.


"Setidaknya bersikaplah normal. Jangan sia-siakan kesempatan, Maura. Bukan berarti karena Ibu, Ayah, dan Kakakmu menjadi orang berhasil lantas kau bisa berpangku tangan. Masa depanmu sepenuhnya tidak bergantung pada kami. Banyak anak di luar sana ingin hidup sepertimu karena mereka ingin sekolah dan bisa merasakan pendidikan yang terbaik," timpal Ayah memberi nasihat namun sorot matanya di balik kacamata tak sedikit pun lepas dari layar ponsel.

Lihat selengkapnya