Rumah Tujuh Cahaya

muhaibra
Chapter #26

Ayah Jatuh


Telepon dari Mas Danu datang pukul enam pagi—jam yang bagi Gilang masih terlalu pagi untuk sepenuhnya terjaga, tapi yang langsung membuatnya duduk tegak di tempat tidur begitu ia melihat nama di layar.

Mas Danu tidak menelepon pagi-pagi kecuali ada yang perlu.

"Gil."

"Mas. Ada apa?"

"Bapak jatuh. Tadi di kamar mandi. Aku sudah di RS."

Gilang sudah berdiri dari tempat tidur sebelum kalimat itu selesai. "Serius? Kondisinya bagaimana?"

"Belum tahu. Dokter masih periksa. Sepertinya stroke."

Kata itu—stroke—mendarat dengan bobot yang familiar. Bobot yang Gilang kenali dari setahun lalu ketika kata "kanker" diucapkan dengan nada yang sama oleh dokter yang sama di RS yang sama.

"Aku berangkat sekarang."

"Iya."

"Mas Danu baik-baik saja?"

Jeda. Satu detik yang terasa lebih panjang dari seharusnya.

Lihat selengkapnya