Rumah Tujuh Cahaya

muhaibra
Chapter #31

Setelah Badai


Mas Danu ada di bawah pohon mangga.

Gilang menemukannya di sana—duduk di tanah, punggung bersandar ke batang pohon yang sudah lebih tua dari usia mereka berdua, lutut ditekuk ke dada. Pohon mangga yang sama yang ada di halaman belakang sejak sebelum Gilang lahir, yang kulitnya sudah kasar dan beralur dalam, yang setiap musim selalu menghasilkan mangga lebih banyak dari yang bisa dimakan satu keluarga sehingga sisanya selalu dibagikan ke tetangga.

Matahari sudah di atas kepala. Angin bergerak pelan di antara daun-daun.

Gilang tidak langsung mendekati. Ia berdiri di ambang pintu belakang selama beberapa detik, memandang Mas Danu dari jauh, membiarkan dirinya memahami dulu apa yang ia lihat: bukan seseorang yang marah, bukan seseorang yang hancur. Seseorang yang akhirnya meletakkan sesuatu yang sudah ia bawa terlalu lama.

Kemudian ia berjalan ke sana. Duduk di tanah di sebelah Mas Danu—tidak bertanya izin, tidak mengumumkan kehadirannya, hanya duduk.

Tanah halaman belakang sedikit lembab dari embun pagi yang belum sepenuhnya kering. Di atas, daun-daun pohon mangga membentuk semacam kanopi yang membiarkan cahaya masuk dalam bercak-bercak bergerak.

Mas Danu tidak menoleh saat Gilang duduk. Tapi ia juga tidak menghindar.

Mereka diam bersama selama waktu yang panjang. Bukan keheningan yang tidak nyaman—lebih seperti dua orang yang sama-sama tahu bahwa ada hal-hal yang tidak perlu segera diisi dengan kata-kata.

Di dalam rumah, samar-samar, Gilang bisa mendengar suara. Mbak Ratih yang bergerak di dapur. Suara Mas Hafidz yang bicara pelan kepada seseorang—mungkin Mbak Fitri, mungkin Mbak Wulan. Kehidupan rumah yang terus berjalan meskipun ada yang baru saja berubah di dalam ruang tengah itu.

* * *

"Aku tidak merencanakan itu," kata Mas Danu akhirnya.

Gilang menunggu.

"Tadi pagi. Aku tidak berniat—" Mas Danu berhenti sebentar. "Aku tidak tahu dari mana itu keluar."

"Dari dua puluh tahun," kata Gilang pelan. "Dari sana keluarnya."

Mas Danu diam.

Lihat selengkapnya