Rumah Tujuh Cahaya

muhaibra
Chapter #40

Mbak Wulan Pulang ke Diri Sendiri


Sertifikat cerai itu tiba pada Selasa pagi, dikirim lewat jasa pengiriman ke alamat rumah joglo Sokowati—alamat yang Mbak Wulan daftarkan sebagai alamat sementaranya selama proses berlangsung.

Mbak Wulan sedang menyiram tanaman di beranda depan saat tukang ojek pengiriman datang. Ia tanda tangan di tablet kecil, menerima amplop coklat yang tebal, dan membawanya masuk.

Ia tidak langsung membuka. Ia taruh di meja dapur, merebus air untuk membuat teh, dan baru ketika teh sudah ada di tangannya ia duduk dan membuka amplop itu.

Kertas-kertas resmi dengan kop pengadilan. Tanda tangan hakim. Nama-nama yang tercetak dengan font yang sama rata dan tidak peduli dengan betapa besar artinya bagi orang-orang yang namanya tercantum di sana.

Mbak Wulan membaca dokumen itu dari awal sampai akhir. Meletakkannya di meja. Minum tehnya yang sudah sedikit mendingin.

Kemudian ia mengangkat HP dan menelepon Gilang.

* * *

"Sudah keluar," kata Mbak Wulan begitu Gilang menjawab.

"Sertifikat cerainya?"

"Iya."

Lihat selengkapnya