Rumah Tujuh Cahaya

muhaibra
Chapter #41

Mas Bagas Pulang dengan Cara Baru

Pada suatu Sabtu di bulan ketiga setelah pemakaman Bapak, Gilang menerima telepon dari Mbak Wulan.

"Mas Bagas di sini."

Gilang mengerutkan dahi. "Di Sokowati? Ada acara apa?"

"Tidak ada. Dia datang tadi siang. Bawa oleh-oleh terlalu banyak—ada amplang, ada kue lapis, ada... aku tidak tahu ini apa tapi berat. Dan sekarang dia lagi di atap."

"Di atap?"

"Memperbaiki genteng yang bocor. Sudah dua jam."

Gilang tertawa—tawa yang keluar sebelum sempat ditahan. "Biarkan saja."

"Iya. Aku biarkan. Aku cuma mau bilang."

* * *

Gilang sampai di Sokowati sore itu—ia memutuskan langsung menyusul, tidak ada rencana sebelumnya, hanya merasa bahwa momen ini perlu ia ada di sana.

Lihat selengkapnya