Rumah Yang Dijaga Ayah

Marlon Anaka
Chapter #7

Bokap Hampir Jadi Maling Motor

Kalau dipikir-pikir...

Bokap gue tuh orangnya aneh.

Bukan aneh yang serem.

Lebih ke...

Aneh yang bikin orang geleng-geleng kepala.

Untungnya...

Yang sering kena apes ya bokap sendiri.

Bukan orang lain.

Dan...

Ini salah satu kejadian yang sampai sekarang masih sering

jadi bahan ketawaan di rumah.

Bahkan...

Kalau nyokap lagi cerita ke tetangga...

Ujung-ujungnya pasti keluar cerita ini.

Korbannya?

Ya siapa lagi kalau bukan...

Bokap.

Pagi itu...

Seperti biasa.

Bokap udah nganter gue sama Ajun ke sekolah.

Katanya sih...

Begitu pulang ke rumah...

Beliau heran.

Biasanya jam segitu nyokap udah berangkat kerja.

Lah ini...

Masih berdiri di depan garasi.

Lengkap sama muka sebelnya.

"Lho?"

"Kok belum berangkat?"

Nyokap lagi pencet tombol starter.

Tek...

Tek...

Tek...

Motor Honda Grand Impressa kesayangannya cuma bunyi.

Hidup kagak.

Ngambek iya.

Bokap nyengir.

"Lagi mogok?"

Nyokap melotot ke motornya.

"Bukan mogok."

"Terus?"

"Ngambek."

"Ngambek?"

"Iya."

"Kemarin kupaksa nerobos banjir."

"Mungkin dia masih sakit hati."

Bokap langsung ngakak.

"Motor sekarang pakai perasaan ya?"

"Lah..."

"Kalau manusia aja bisa ngambek..."

"Motor juga boleh."

Katanya...

Mereka malah ketawa berdua.

Motor itu...

Tetap aja diem.

Nggak mau nyala.

Akhirnya bokap masuk rumah.

Ngambil helm.

"Oke."

"Ayah aja yang nganter."

"Nanti pulangnya kita servis."

Nyokap sempat nolak.

"Ah nggak usah."

"Nanti kamu repot."

"Repot apanya?"

"Lagian kantor kamu juga searah."

"Udah."

"Naik."

Kalau bokap udah ngomong "udah"...

Artinya perkara selesai.

Motor GL Pro tua itu akhirnya keluar pelan dari gang.

Sepanjang jalan...

Bukannya diem.

Bokap malah ngoceh.

"Kalau motor bisa ngomong..."

"Pasti sekarang dia ngomel."

Nyokap ketawa.

"Ngomong apa?"

"Bu Herti..."

"Saya ini Honda."

"Bukan perahu karet."

"Kok disuruh nerobos banjir?"

Nyokap sampai nepuk pundak bokap.

"Ish..."

"Ada-ada aja."

Sampai di kantor.

Nyokap turun.

Salim.

"Hati-hati ya."

"Iya."

"Nanti jangan lupa motornya dibawa ke bengkel."

"Siap."

Nyokap masuk ke kantor.

Harusnya...

Bokap langsung pulang.

Tapi...

Namanya juga Heru.

Orangnya penasaran.

Beliau duduk dulu di gazebo depan kantor.

Lihat selengkapnya