Rumah Yang Dijaga Ayah

Marlon Anaka
Chapter #10

Lemari Kecil di Pojok Kamar

Deadline tugas dari Bu Rina...

Masih minggu depan.

Masih lama.

Masih bisa santai.

Katanya sih begitu.

Nyatanya...

Gue malah makin kepikiran.

Bukan karena tugasnya susah.

Tapi...

Karena satu kolom itu.

Kolom yang dari kemarin...

Masih kosong.

Pekerjaan Ayah : ..............

Semakin gue lihat.

Semakin bikin kepala gatel.

Kadang gue mikir.

Kalau aja bokap kerja jadi tukang bakso.

Ya tinggal tulis.

Kalau jadi polisi.

Tulis polisi.

Kalau jadi guru.

Ya guru.

Lah bokap?

Mau gue tulis apa?

Chef?

Pelukis?

Petani bunga kertas?

Ahli eksperimen dapur?

Atau...

Pengangguran profesional?

Kalau yang terakhir gue tulis...

Kayaknya pulang sekolah gue langsung jadi anak yatim.

Sejak tugas itu dikasih.

Entah kenapa...

Gue mulai memperhatikan bokap.

Bukan memperhatikan yang aneh-aneh.

Cuma...

Hal-hal kecil yang dulu nggak pernah gue pikirin.

Misalnya...

Kenapa bokap kalau lagi duduk sendirian...

Kadang suka bengong lama.

Atau...

Kenapa setiap ada orang yang nanya soal masa mudanya...

Beliau selalu ketawa.

Terus ganti topik.

Dan...

Ada satu hal lagi.

Yang sebenarnya...

Sudah bertahun-tahun ada di rumah.

Tapi...

Baru sekarang gue sadar.

Di pojok kamar bokap dan nyokap...

Ada sebuah lemari kecil.

Tinggi paling cuma selutut orang dewasa.

Warnanya cokelat tua.

Catnya mulai pudar.

Sudut-sudutnya juga udah banyak yang lecet.

Kalau dilihat...

Ya cuma lemari tua biasa.

Nggak ada yang istimewa.

Tapi...

Ada satu hal yang aneh.

Lemari itu...

Selalu terkunci.

Seumur hidup gue...

Lihat selengkapnya