Rumah Yang Dijaga Ayah

Marlon Anaka
Chapter #12

Selembar Kertas di Kolong Tempat Tidur

Seolah...

Gue tidak pernah menemukHari Minggu di rumah gue...

Bukan berarti hari buat rebahan.

Justru...

Hari paling sibuk.

Karena menurut nyokap...

Rumah juga butuh dibersihin.

Jadi...

Semua penghuni rumah wajib turun tangan.

"Abaaaan!"

"Iya Bu..."

"Nyapu kamar!"

"Iya..."

"Ajun!"

"Iya!"

"Pel ruang tamu!"

"Siap."

"Bapak!"

"Iya Mah?"

"Tolong jangan eksperimen masakan dulu."

"Lho..."

"Aku cuma mau bikin sambal."

"Nanti aja."

"Hehehe..."

Bokap cuma nyengir.

Rumah langsung ramai.

Nyokap nyuci.

Ajun ngepel sambil nyanyi lagu yang nadanya ke mana-mana.

Bokap di halaman belakang.

Katanya motong rumput.

Tapi lima belas menit kemudian...

Beliau malah ngobrol sama bunga kertas.

Entah apa yang diobrolin.

Mungkin lagi nanya...

"Udah mekar belum?"

Gue kebagian nyapu kamar bokap sama nyokap.

Kamarnya sederhana.

Kasur.

Lemari pakaian.

Meja kecil.

Dan...

Lemari mungil yang selalu terkunci itu.

Sekilas gue melirik.

Masih sama.

Diam.

Nggak berubah.

Masih berdiri di pojok kamar.

Seolah...

Nggak peduli sama rasa penasaran gue.

"Udahlah..."

Gue geleng sendiri.

"Fokus nyapu."

Sapu gue bergerak pelan.

Debu keluar dari bawah tempat tidur.

Sekali sapu.

Dua kali.

Lihat selengkapnya