Rumah Yang Dijaga Ayah

Marlon Anaka
Chapter #14

Lemari yang Hampir Terbuka

Sejak nemu kertas lusuh itu...

Gue jadi sering ngelirik lemari kecil di pojok kamar bokap.

Lemari itu...

Masih sama.

Diam.

Kusam.

Catnya mulai mengelupas.

Gagangnya sudah agak berkarat.

Dan...

Selalu terkunci.

Entah kenapa...

Semakin bokap bilang isinya cuma barang bekas...

Semakin gue nggak percaya.

Kalau memang cuma barang bekas...

Kenapa harus dikunci?

Suatu sore...

Nyokap masih belum pulang kerja.

Ajun lagi main bola sama anak-anak komplek.

Rumah lagi sepi.

Bokap baru selesai nyiram bunga.

Lalu masuk kamar mandi.

Tak lama kemudian...

Suara shower mulai terdengar.

Byur...

Byur...

Byur...

Gue lewat depan kamar mereka.

Niatnya cuma mau ngambil charger kipas angin.

Eh...

Mata gue langsung berhenti.

Lemari itu...

Masih di tempatnya.

Gemboknya yang karatan

Masih terpasang.

Namun klai ini ada yang beda…

Kuncinya...

Masih menggantung.

Gue sampai mundur selangkah.

"Lho?"

"Kok..."

"Kuncinya..."

Masih nempel?

Pikiran gue langsung ke mana-mana.

Apa bokap lupa?

Apa nyokap yang lupa?

Atau...

Memang lagi dibuka tadi?

Lihat selengkapnya