Rumah Yang Dijaga Ayah

Marlon Anaka
Chapter #16

Misteri Lemari Kusam Terbuka

Hari itu...

Hari Sabtu.

Sekolah cuma setengah hari.

Jam sebelas siang...

Gue sama Ajun udah dijemput ayah.

Seperti biasa.

Motor GL Pro sudah nunggu di depan gerbang sekolah.

Dari jauh...

Jaket jeans penuh stiker.

Kacamata kotak jadul.

Sama rambut mullet yang ditiup angin.

Udah kayak ciri khas.

Nggak mungkin salah orang.

"Naik..."

Kata ayah sambil nyengir.

Gue langsung naik.

Ajun duduk paling belakang.

Seperti biasa.

Sepanjang jalan...

Ayah lebih banyak ngobrol sama kami.

Katanya...

Hari ini mau bikin ayam goreng versi baru.

Yang katanya...

"Bakal lebih enak daripada ayam restoran."

Gue sama Ajun saling pandang.

Kalau ayah sudah ngomong begitu...

Artinya...

Kami harus siap jadi kelinci percobaan lagi.

Sampai rumah.

Ayah langsung masuk dapur.

Buka kulkas.

Lihat bumbu.

Terus garuk-garuk kepala.

"Lho..."

"Ladanya habis."

Nyokap yang lagi melipat pakaian langsung menjawab.

"Ya beli."

Ayah mengangguk.

"Iya."

"Sekalian servis motor."

"Rem depannya mulai bunyi."

Beberapa menit kemudian...

Ayah sudah ganti jaket.

Mengambil dompet.

Lalu menyalakan GL Pro kesayangannya.

"Ayah keluar dulu ya."

"Paling sejam."

"Iya..."

Jawab gue.

Motor pun perlahan keluar dari halaman.

Breeemmmm...

Suaranya makin lama makin hilang.

Rumah kembali sepi.

Nyokap lagi mandi.

Ajun sibuk main mobil-mobilan.

Sedangkan gue...

Entah kenapa...

Malah kepikiran lemari tua di kamar ayah.

Lemari yang selama ini...

Selalu terkunci.

Perasaan itu datang lagi.

Rasa penasaran.

Yang dari dulu...

Belum pernah hilang.

"Gue cuma lihat."

"Nggak ngacak-ngacak."

"Gue cuma pengen tahu."

Gue mencoba membenarkan diri sendiri.

Pelan-pelan...

Gue masuk ke kamar ayah.

Kamarnya masih sama.

Rapi.

Kasur sudah dirapikan.

Lihat selengkapnya