Blurb
Rumah itu hanyalah sebuah bangunan tua yang akan dijual.
Setidaknya, begitulah Laras memandangnya ketika ia kembali ke rumah yang pernah menjadi bagian dari hampir separuh hidupnya.
Namun, kepulangannya membuat segalanya berubah.
Teras mengembalikan suara-suara masa kecil. Ruang tamu menyimpan percakapan yang telah lama terlupakan. Kamar membawa Laras pada luka dan kasih sayang yang pernah tumbuh di dalamnya. Dapur menghidupkan kembali kehangatan keluarga, sementara halaman belakang menyimpan kenangan yang selama ini terkubur dalam ingatannya.
Perlahan, setiap sudut rumah membuka potongan masa lalu. Kenangan demi kenangan membawa Laras pada rahasia keluarga yang tak pernah benar-benar terungkap.
Semakin ia mengenal rumah itu, semakin Laras menyadari bahwa rumah bukan sekadar dinding, pintu, dan atap. Rumah adalah tempat di mana seseorang pernah tumbuh, kehilangan, mencintai, terluka, dan belajar memaafkan.
Hingga akhirnya, Laras memahami bahwa ada sesuatu yang tidak pernah bisa berpindah tangan bersama sebuah kunci.
Lalu, ketika rumah itu benar-benar akan dijual, Laras dihadapkan pada satu pertanyaan:
Apakah sebuah rumah benar-benar bisa dijual, jika hampir separuh kehidupan seseorang masih tinggal di dalamnya?