RUMAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

Putra Dewangga Candra Seta
Chapter #5

Bab 5 - Lelaki yang Tidak Pernah Pulang

Suhardi tidak langsung melanjutkan ceritanya. Ia menyeruput kopinya yang sudah mulai dingin, menatap laut lama sekali, seolah sedang mengumpulkan keberanian yang sudah ia simpan selama puluhan tahun namun baru sekarang ia butuhkan lagi.


"Yang selamat itu kakaknya Bayu," katanya akhirnya. "Namanya Joko. Waktu itu umurnya lima belas."


Raka menunggu, tidak berani menyela.


"Ayah Bapak yang narik dia keluar dari air. Joko masih hidup, masih bisa jalan, masih bisa makan. Tapi..." Suhardi berhenti, mencari kata yang tepat. "Ada bagian dari dia yang nggak pernah benar-benar naik ke darat lagi, Mas. Kalau Bapak paham maksud saya."


Raka mengangguk pelan, meski ia tidak sepenuhnya yakin memahami beban seperti apa yang dimaksud Suhardi, beban seorang anak lima belas tahun yang selamat sementara adiknya sendiri tidak.


"Joko berubah sejak hari itu. Diam. Nggak mau sekolah lagi. Nggak mau ikut melaut, padahal dulu dia paling semangat kalau diajak bapaknya kerja." Suhardi tersenyum kecil, senyum yang lebih menyerupai luka daripada kebahagiaan. "Ibunya sampai bawa dia ke orang pintar, ke ustaz, ke mana-mana. Katanya cuma butuh waktu."


"Tapi nggak membaik?"


Suhardi menggeleng. "Setahun kemudian, dia hilang. Nggak pamit, nggak ninggalin surat. Kamarnya kosong, tasnya nggak ada, baju-bajunya juga dibawa semua. Kami cari ke mana-mana, Mas. Lapor polisi, sebar foto, tanya ke semua kenalan sampai ke luar kota."


Lihat selengkapnya