RUMAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

Putra Dewangga Candra Seta
Chapter #13

Bab 13 - Rumah yang Ramai tapi Sepi

Alamat Bu Endang membawa Raka ke sebuah komplek perumahan sederhana di Purwokerto, rumah bercat hijau pudar dengan halaman kecil yang ditanami berbagai jenis bunga, terawat rapi meski catnya sendiri sudah lama tidak diperbarui.


Yang mengejutkan Raka begitu ia mendekat adalah suara ramai dari dalam rumah, obrolan, tawa, dentingan gelas, suasana yang sama sekali tidak ia duga akan ditemuinya berdasarkan gambaran yang mulai terbentuk di kepalanya dari cerita-cerita sebelumnya.


Seorang wanita muda membukakan pintu pagar, menatap Raka ramah meski sedikit bingung. "Cari siapa, Mas?"


"Saya cari Bu Endang. Maaf kalau lagi ada acara, saya bisa dateng lain waktu."


"Oh, nggak apa-apa, Mas. Ini cuma kumpul rutin murid-murid lama Bu Endang, sebulan sekali. Saya salah satu muridnya dulu. Sini, masuk aja, biar saya panggilkan."


Raka melangkah masuk dengan ragu, mendapati ruang tamu yang penuh oleh sekitar lima belas orang dari berbagai usia, ada yang masih muda, ada yang sudah beruban seperti Bu Endang sendiri, duduk berkelompok sambil membawa oleh-oleh, kue, dan cerita masing-masing. Di dinding, puluhan foto tergantung rapi: foto kelulusan, foto wisuda, foto pernikahan, semuanya melibatkan Bu Endang yang berdiri bangga di antara murid-muridnya yang telah tumbuh dewasa.


Seorang wanita tua dengan rambut putih tersisir rapi, mengenakan kebaya sederhana, menghampiri Raka dengan senyum ramah khas seorang guru yang sudah terbiasa menyambut siapa pun dengan hangat.


"Ada yang bisa saya bantu, Nak?"


"Bu Endang? Nama saya Raka. Saya bawa titipan dari ayah saya."


Lihat selengkapnya