RUMAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

Putra Dewangga Candra Seta
Chapter #16

Bab 16 - Empat Puluh Tahun Terlambat

Tangan Pak Wisnu gemetar hebat saat membuka gembok kotak kelima, seolah tubuhnya sendiri sudah menduga sesuatu yang berat akan keluar dari dalamnya.


Benda pertama yang terlihat membuat napasnya tercekat seketika: sebuah amplop putih, sedikit menguning oleh waktu, dengan tulisan tangannya sendiri tertera di depannya, Untuk Ratna, dan yang lebih mengejutkan, amplop itu masih tersegel rapat. Tidak pernah dibuka. Tidak pernah dibaca oleh siapa pun.


"Ini..." Pak Wisnu mengangkat amplop itu dengan tangan gemetar, matanya tidak percaya pada apa yang ia lihat. "Ini surat saya. Surat yang saya titip ke Darma lima tahun lalu."


Di dalam kotak, ada secarik kertas lain, bukan tulisan Wisnu, melainkan tulisan Darma sendiri, lebih rapuh, seperti ditulis di masa-masa terakhir hidupnya.


Untuk Wisnu dan Ratna,


Aku tahu tidak ada permintaan maaf yang cukup untuk apa yang sudah kulakukan, atau lebih tepatnya, tidak lakukan.


Malam itu, setelah kau titipkan surat ini padaku, aku dalam perjalanan menuju rumah adik Ratna ketika mendapat kabar mendesak dari keluarga lain yang sedang kubantu, seorang anak sedang kritis di rumah sakit, dan aku adalah satu-satunya yang bisa membantu biaya operasinya malam itu juga. Aku memasukkan suratmu ke dalam tas, berniat mengantarnya keesokan hari.


Tapi esoknya ada urusan lain. Lalu urusan lain lagi. Minggu berubah jadi bulan, dan aku semakin malu untuk mengantarkannya, karena aku tahu betapa terlambatnya itu. Aku terus berpikir, akan kuantar minggu depan, akan kuantar setelah urusan ini selesai, sampai bertahun-tahun berlalu, dan aku tidak lagi tahu cara menghadapimu tanpa mengaku sudah gagal menjalankan satu hal sederhana yang kau percayakan padaku.


Aku menghabiskan bertahun-tahun membantu keluarga-keluarga lain, mencoba menebus kesalahan-kesalahan masa laluku. Tapi dalam prosesnya, aku justru menciptakan kesalahan baru, pada dua orang yang paling dekat denganku, yang paling mempercayaiku.


Lihat selengkapnya