RUMAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

Putra Dewangga Candra Seta
Chapter #31

Bab 31 - Bukan yang Selama Ini Dikira Orang

Telepon dari Bude Sri, adik perempuan ayahnya, berdering keesokan paginya, memecah ketenangan yang baru saja mulai Raka rasakan sejak semalam.


"Piye, Ka? Rumahnya jadi dijual, nggak? Bude denger-denger kamu malah sibuk bolak-balik ke luar kota, bukannya urus penjualan," suara Bude Sri terdengar khas, campuran perhatian dan sedikit sinisme yang sudah menjadi ciri khasnya sejak Raka kecil.


"Belum jadi dijual, Bude. Lagi saya pikirin mau diapain."


"Ealah, ngapain dipikir lama-lama. Jual aja, uangnya buat kamu, biar cepet selesai urusannya." Bude Sri berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang lebih rendah, seperti sedang bergosip. "Lagian, rumah itu penuh kenangan aneh-aneh juga, Ka. Ayahmu itu, ya, Bude nggak enak ngomongnya, tapi kamu kan udah gede sekarang. Dulu dia sering banget ninggalin rumah nggak jelas, apalagi pas ibumu masih ada. Untung ibumu orangnya sabar banget, kalau Bude jadi dia, udah minta cerai dari dulu."


Raka merasakan sesuatu yang menegang di dadanya, bukan lagi kebingungan seperti dulu setiap kali mendengar komentar semacam ini, melainkan sesuatu yang lebih tegas, lebih siap untuk diluruskan.


"Bude," katanya, suaranya tenang namun mantap, "saya baru tahu banyak hal soal Ayah beberapa bulan terakhir ini. Boleh saya cerita sedikit?"


Bude Sri terdiam, sedikit terkejut dengan nada Raka yang berbeda dari biasanya. "Cerita apa?"


Raka menghela napas, memilih kata-katanya dengan hati-hati, tidak membuka detail pribadi setiap keluarga yang ia temui, cukup menceritakan garis besarnya, dengan penuh hormat kepada privasi orang-orang yang sudah mempercayakan kisah mereka padanya.

Lihat selengkapnya