RUMAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

Putra Dewangga Candra Seta
Chapter #37

Epilog

Lima tahun kemudian, rumah itu tidak pernah lagi terasa sunyi.


Suara tawa anak-anak memenuhi halaman setiap sore, berlarian di antara pohon mangga yang kini sudah tumbuh cukup besar untuk memberi keteduhan penuh, ditanam oleh tangan Suhardi lima tahun lalu saat rumah ini baru saja mulai berubah wujud. Beberapa lansia duduk di teras, ditemani secangkir teh hangat dan permainan catur yang tidak pernah benar-benar selesai, sementara relawan-relawan muda berlalu-lalang membawa perlengkapan, mengatur jadwal kegiatan mingguan yang selalu penuh.


Raka berdiri di ambang pintu, menatap keramaian itu dengan senyum yang sudah menjadi kebiasaannya setiap sore, sebelum akhirnya melangkah keluar untuk bergabung.


Suhardi, kini sudah semakin renta namun matanya selalu berbinar setiap kali cucu-cucu angkatnya, anak-anak dari keluarga yang tinggal sementara di rumah singgah ini, memanggilnya "Kek". Ia tidak lagi tinggal sendirian di rumah biru Muncar; sejak tiga tahun lalu, ia memilih menetap di sini bersama Joko, meski keduanya masih sering bolak-balik ke kampung halaman setiap kali kerinduan akan laut terlalu berat untuk ditahan.


Joko sendiri kini memimpin operasional harian rumah singgah, perannya berkembang jauh melampaui apa yang pernah dibayangkan Raka saat pertama kali bertemu dengannya di Cempaka Sari. Ia menikah tahun lalu dengan salah satu relawan yang dulu bertemu dengannya di lokasi bencana, dan pernikahan itu, diselenggarakan sederhana di halaman rumah ini, menjadi salah satu momen paling bahagia yang pernah disaksikan semua orang yang terlibat dalam kisah panjang ini.


Marlina masih setia datang setiap bulan, membawa resep-resep baru untuk diajarkan kepada siapa pun yang tertarik belajar, mata tuanya selalu berbinar setiap kali melihat anak-anak kecil di rumah ini mengelilinginya, memanggilnya "Nenek Marlina", sebuah gelar yang tidak pernah ia dapatkan lagi setelah kehilangan Anita puluhan tahun lalu, kini akhirnya terisi kembali dengan cara yang tidak pernah ia duga.


Lihat selengkapnya