Hari Senin selalu dimulai lebih cepat dibanding hari-hari lainnya. Alarm di ponsel Tira bahkan belum sempat berbunyi ketika matanya sudah terbuka lebih dulu. Kebiasaan itu muncul begitu saja sejak Kala mulai bersekolah. Tubuhnya seperti memiliki jam sendiri yang tahu kapan harus bangun tanpa perlu diingatkan.
Di dapur, lampu masih menjadi satu-satunya sumber cahaya. Tira membuka kulkas, mengeluarkan beberapa bahan yang sudah disiapkannya semalam, lalu mulai menanak nasi sambil merebus air. Bekal Kala hari ini sederhana, nasi, ayam kecap, telur dadar, dan potongan semangka yang sudah dicuci bersih. Belum sempat dia menutup pintu kulkas, suara langkah kaki kecil terdengar dari arah kamar.
"Mama."
Tira menoleh sambil tersenyum.
"Lho, anak Mama kok bangunnya pagi sekali?"
Sora mengucek kedua matanya sebelum berjalan menghampiri. Rambutnya masih acak-acakan, bahkan sebelah pipinya masih terlihat bekas lipatan bantal.
"Mau ikut."
"Mama lagi masak."
"Adek ikut."
Tira mengangguk pelan. Dia mengambil bangku plastik kecil yang biasa dipakai Sora, lalu meletakkannya tidak jauh dari meja dapur.
"Kalau begitu duduk di sini ya. Tapi nggak boleh pegang kompor."
"Iya."
Sora menurut. Gadis kecil itu duduk sambil memeluk boneka kelinci yang hampir selalu dibawanya ke mana-mana. Beberapa menit kemudian Aksa keluar dari kamar dengan kemeja yang masih belum dikancingkan seluruhnya. Dia menguap pelan sebelum menghampiri dispenser.
"Pagi."
"Pagi."
Aksa melirik ke arah Sora yang masih duduk diam.
"Bangun pagi?"
"Iya."
"Mau ngapain?"
"Bantu Mama."
Aksa terkekeh kecil.
"Bantu apa?"
Sora menoleh ke arah Tira, seolah ikut mencari jawaban.
"Duduk."
Jawaban itu membuat Aksa tertawa pelan.
"Bagus."
Suasana pagi kembali dipenuhi rutinitas yang sudah begitu akrab. Kala bangun beberapa menit kemudian, disusul suara televisi yang mulai menyala pelan, aroma kopi yang memenuhi ruang makan, dan percakapan-percakapan kecil yang selalu mengiringi mereka sebelum beraktivitas. Tidak ada yang berbeda. Setidaknya sampai Aksa dan Kala berangkat meninggalkan rumah.
Rumah mendadak kembali sunyi. Tira baru saja selesai mencuci piring ketika suara mesin cuci berbunyi, menandakan pakaian sudah selesai dibilas. Dia mengambil keranjang besar yang diletakkan di dekat kamar mandi, lalu mulai memindahkan pakaian satu per satu. Di belakangnya, Sora sibuk mendorong keranjang kecil berisi mainan.