Kesibukan hotel tidak pernah benar-benar berhenti. Setelah rangkaian acara wedding selesai dengan lancar, ballroom kembali dipenuhi aktivitas pembongkaran dekorasi sejak pagi. Di saat yang sama, ruang meeting di lantai dua sudah bersiap menerima rombongan perusahaan yang akan mengadakan pelatihan selama dua hari.
Bagi sebagian tamu, hotel mungkin tampak selalu rapi tanpa cela. Namun bagi orang-orang yang bekerja di baliknya, setiap hari hanyalah pergantian dari satu acara menuju acara berikutnya.
Pagi itu seluruh kepala departemen mengikuti morning briefing seperti biasa. General Manager menyampaikan tingkat okupansi hotel yang masih tinggi, dilanjutkan dengan laporan masing-masing departemen mengenai agenda hari itu. Tidak ada pembahasan yang luar biasa, semuanya berjalan seperti rutinitas setiap pagi.
Sebelum briefing berakhir, staf Human Resources mengangkat selembar kertas. "Daftar ulang tahun karyawan bulan ini nanti saya tempel di papan pengumuman seperti biasa, ya." Beberapa kepala departemen hanya mengangguk singkat. Briefing selesai dan semua kembali ke departemen masing-masing.
Menjelang siang, area belakang hotel kembali dipenuhi kesibukan. Staf Housekeeping berlalu-lalang membawa linen bersih. Engineering sibuk memeriksa pendingin ruangan di ruang meeting. Sementara di banquet office, Tira sedang memeriksa kembali Banquet Event Order untuk acara esok hari.
"Mbak." Salah seorang staf banquet masuk sambil membawa daftar perlengkapan.
"Coffee break udah lengkap."
"Oke."
"Meeting room juga udah siap."
"Sip."
Baru saja staf itu hendak keluar ketika Tira memanggilnya kembali.
"Eh, bentar."
"Iya, Mbak?"
"Mas Dedi hari ini masuk, kan?"
"Iya."
"Dia di mana sekarang?"
"Lagi bantu Housekeeping angkat linen."
Tira mengangguk pelan. "Oke."
Tanpa menjelaskan apa pun, dia meraih dompet kecil yang selalu disimpan di laci meja, lalu berjalan keluar. Sepuluh menit kemudian, Tira kembali membawa sebuah kotak kecil dari sebuah bakery yang ada tak jauh dari sana. Itu adalah cake berukuran mini dengan sebatang lilin kecil yang ditancapkan di atasnya. Dia menghampiri pantry belakang tempat beberapa staf sedang beristirahat.
"Mas Dedi."
Pria itu menoleh bingung. "Iya, Mbak?"
"Sebentar."
Tira meletakkan kotak itu di atas meja. Beberapa staf yang sedang duduk saling berpandangan.
"Eh..."