Rumahku?

SIONE
Chapter #2

Salah

Aku menutup pintu kamar dengan canggung. Kulihat meja makan kosong. Pintu kamar Ayah yang berada persis di seberangku masih tertutup rapat. Biasanya, kalau Ayah sudah bangun, pintu itu tidak akan pernah ditutup lagi.

"Masih tidur?" gumamku pelan.

Ayah memang harus banyak istirahat, kupikir tidur lebih lama tidak ada yang salah, jadi aku tidak akan mengganggunya dulu.

Aku melirik jam di pergelangan tangan. Sudah jam tujuh pagi. Hari ini aku harus bertemu dengan klien. Aku memutar kunci pintu depan pelan-pelan, berusaha tidak menimbulkan suara yang bisa mengusik tidur Ayah.

"Gak libur, Le? Tanggal merah masih masuk aja," sergap Pak Usman -tetangga rumah yang sedang berjemur- kala aku menutup pintu rumah.

"Masuk, Pak. Gak ada libur," jawabku terkekeh.

"Bapakmu ke mana, tumben gak keliatan?"

"Masih tidur, Pak. Kayaknya kecapekan," jawabku asal, mencoba melempar senyum sekilas yang terasa kaku di sudut bibirku.

"Oh, pantesan. Biasanya jam segini beliau sudah nyiram tanaman di depan," sahut Pak Usman sambil mengangguk-angguk. "Lah katanya kemarin mau ajak kamu ke empang Mang Adi, gak jadi?"

Lihat selengkapnya