Rumahku?

SIONE
Chapter #3

Sama

Aku masuk rumah dan benar-benar mendapati bangunan ini kosong. Kuperhatikan sekeliling, dulu ruangan ini rapi sekali. Sekarang? Ruang tamu ini bahkan tak layak menerima tamu.

Mesin jahit yang ada di ruang tamu tampak penuh debu halus, Ibu biasanya duduk di sana. Ketika aku dan Ayah pulang dari memancing, Ibu akan langsung berdiri dan mengeluarkan sapu lidi andalannya.

"Kalian ini bener-bener ya, tega banget ninggalin Ibu sendiri di rumah. Mancing terus, mancing aja terus," celoteh Ibu sedikit ngambek.

Lamunan itu buyar. Suara celotehan Ibu menguap begitu saja, digantikan oleh kesunyian yang kembali mendominasi rumah ini. Mesin jahit itu tetap bergeming, mati dan berdebu.

Aku berjalan cepat ke kamarku, tidak sanggup lagi mengingat hal itu. Ingatan itu, aku tak kuasa. Tanganku bergetar hebat dengan napas kembali memendek. Rasanya aku seperti tersudut.

Di tengah usaha kerasku untuk menguasai diri, telingaku menangkap bunyi derit pintu depan yang dibuka secara perlahan, disusul oleh suara langkah kaki yang terseret kaku di lantai ruang tamu.

Lihat selengkapnya