Rumahku?

SIONE
Chapter #7

Jalan

Aku membuka pelindung mobil itu perlahan. Ada debu tebal dan beberapa jaring laba-laba, untungnya hanya di bagian luarnya. Aku jarang memakai mobil bukan karena aku membenci kenangan Ibu, tapi aku tak punya keberanian.

Sejak saat itu aku lebih banyak memilih naik transportasi umum atau naik motor. Berada di tengah keramaian transportasi umum sedikit memberiku kewarasan daripada terjebak di dalam keheningan mobil sendirian. Namun hari ini, aku akan mengenangnya, karena aku akan bersama Ayah.

Kupanaskan sebentar sambil menunggu Ayah bersiap. Hatiku berdegup, ada perasaan takut dan senang di saat bersamaan. Kecemasan itu datang lagi, tanpa aba-aba. Aku langsung masuk ke dalam rumah dan memilih duduk di depan TV untuk sedikit menenangkan diri.

Tak lama kemudian Ayah keluar dari kamarnya dengan baju batik panjang, celana bahan, dan lengkap dengan sepatu pantofel kulit, kulihat wajahnya sangat berseri.

"Ayo berangkat," kata Ayah. "Ayah udah pantas, kan, Le, pakai baju begini?"

Aku terdiam.

Pertanyaan Ayah membungkam mulutku seribu kali lebih erat. Kenapa pergi denganku membuatnya berpikir pantas dan tidak pantas?

"Ayah takut malu-maluin kamu," tambahnya lagi.

Deg.

"Ayah ngomong apa, sih!" potongku cepat.

Lihat selengkapnya