Rumahku?

SIONE
Chapter #10

Kupas

Satu per satu, piring berisi menu pesanan kami datang.

Aku bingung harus mengobrol apa dengan Ayah.

Aku menatapnya. Benar-benar menatapnya secara saksama.

Untuk pertama kali dalam tiga tahun ini, aku menyadari betapa banyak waktu yang telah kulewatkan. Selama ini, duniaku habis untuk tumpukan dokumen, rapat yang tak kunjung usai, dan ambisi-ambisi kosong yang sebenarnya hanya kupakai sebagai tameng untuk melarikan diri dari rumah yang sepi.

Hal yang selalu kusangkal selama ini, hari ini akan kuakui.

Aku selalu meninggalkannya sendirian. Akulah yang selalu meninggalkan Ayah sendirian.

Hari ini, untuk pertama kalinya, aku menemani Ayah seharian penuh meskipun banyak interupsi. Dan baru sekarang, di bawah pencahayaan restoran yang temaram ini, aku makin menyadari betapa banyak hal yang telah terkikis dari fisiknya.

Lihat selengkapnya