Rumahku?

SIONE
Chapter #11

Tenggelam

Setelah sampai di rumah, aku segera menyuruh Ayah untuk istirahat. Sementara itu aku memilih untuk langsung mandi. Aku ingin keramas air dingin untuk menyegarkan badanku yang terasa pegal terutama di bagian belakang leher.

Air dingin itu perlahan mengalir dari puncak kepalaku yang panas hingga ke seluruh tubuh. Pandanganku kosong, pikiranku ke mana-mana, aku hanya berkedip dan bernapas dalam diam.

Bagiku, suara tetesan air yang masih kubiarkan mengalir itu seperti lagu menghibur lara.

Satu per satu, hampir bersamaan, gemericik tak beraturan, tapi anehnya menenangkan.

Perlahan aku memejamkan kedua mata, mencoba untuk tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya ingin berhenti sebentar, dari apapun itu, untuk sekarang.

Permintaanku seperti jeritan yang tidak punya suara.

Lama-kelamaan makin dalam.

Tenang.

....

....

Lihat selengkapnya