Rumahku?

SIONE
Chapter #13

Kontras

Hening senyap cukup lama, entah Ayah sedang mencerna pertanyaanku, atau entah juga aku yang sibuk menyusun kemungkinan-kemungkinan khayalanku sendiri.

Kami berdua sibuk mengunyah kata yang tidak bisa terucap dengan lantang, lalu berakhir dengan menelannya dalam diam.

Bunyi ponselku memecah kekosongan. Itu panggilan dari bosku, kemarin malam aku sempat berjanji akan lanjut menyelesaikan sisa laporan sepulang dari restoran. Namun realitanya, aku terlalu kalut sampai tak punya tenaga untuk sekadar menekan tombol power komputer.

Aku menghela napas dalam dan menekan mode senyap lagi di layar ponselku seketika. Aku sudah siap akan badai besar yang mungkin langsung menghujaniku setibanya di kantor nanti. Namun sekarang, aku hanya ingin berada di sini untuk sarapan.

"Kamu jangan lupa makan tepat waktu aja," kata Ayah sembari bangkit dengan piring kotornya.

"Iya," jawabku cepat.

"Ayah gak titip apa-apa."

Setelah itu pun rumah kembali hening lagi.

Selalu seperti ini.

Lihat selengkapnya