Akhirnya semua kerjaan hari ini selesai. Setelah absen, aku berlari kecil menuju parkiran. Aku sedikit tidak sabar, ah lebih tepatnya sangat tidak sabar, bahkan lebih dari biasanya. Aku sungguh ingin cepat sampai di bangunan itu.
Dengan sisa-sisa tenaga yang kupunya, kukerahkan semuanya untuk mengendarai motorku ke jalan pulang.
Di tengah jalan bau sate itu menarik perhatianku. Dulu waktu kecil, Ayah suka membelinya sepulang dia kerja. Tanpa sadar, aku sudah menghentikan motorku di dekatnya.
"Mang, mau sate ayamnya dua bungkus ya. Yang dagingnya aja, jangan kasih kulit sama gajih."
"Dua bungkus, ayam, tanpa kulit gajih, oke siap," ulang Mamangnya mengkonfirmasi. "Mau pake lontong sekalian?"
"Gak usah, Mang."
Mamang itu mengangguk. "Tunggu sebentar ya."
Aku mengangguk balik, lalu memilih duduk di salah satu kursi plastiknya.
"Baru pulang kerja, Mas?" tanya si Mamang sambil mengipas-kipas panggangannya.
"Iya," jawabku sambil terkekeh.
"Ada loker gak ya, Mas. Loker apa aja," tanyanya lagi.
"Sekarang belum ada sih, Mang," jawabku jujur. "Sekarang cari kerja susah banget, ya, Mang. Buat siapanya?"
"Itu buat anak saya, baru lulus. Udah masuk-masukin lamaran ke sana-sini, belum dapet panggilan juga."
"Jurusan apa?"