Rumahku?

SIONE
Chapter #21

Air

"Makam Ibu?" ulangku.

Ayah berdehem, seperti suaranya baru saja menghilang tiba-tiba. "Iya."

"Ayo," kataku akhirnya.

Kami berdua kembali diam. Penuh dengan pikiran masing-masing. Tapi rasanya cukup nyaman.

Malam ini adalah pertama kalinya bagi kita berdua membahas suatu hal untuk Ibu. Iya, pergi ke makam Ibu. Sebelumnya kami pergi ke sana tidak pernah bersama. Ayah dengan jadwalnya dan aku dengan jadwalku.

Karena kalau dari sisiku, datang bersama Ayah itu terasa lebih menyesakkan.

Tapi kali ini, aku ingin mencobanya.

Datang bersama Ayah ke makam Ibu.

"Cepet tidur, udah malam," kata Ayah lalu mematikan lampu kamarnya dan menyisakan lampu tidur yang temaram.

Ayah tidur miring membelakangiku. Dalam sunyi yang mendadak pekat, aku menangkap helaan napasnya yang patah-patah, suara yang selama ini ia telan rapat-rapat.

Bahu itu bergetar pelan.

Seketika, sisa keberanian yang membawaku menerobos masuk ke kamar ini menguap habis. Aku menjadi terpaku di atas matras, terjebak di antara keinginan untuk mendekat dan ketakutan bahwa kehadiran diriku justru menambah bebannya.

Melihat lelaki yang selalu kuanggap paling kuat itu hancur dalam diam, kewarasanku runtuh seketika.

Lihat selengkapnya