Rumahku?

SIONE
Chapter #24

Seperti

Aku membuka mataku perlahan, meskipun rasanya sangat berat.

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku pingsan, tapi sekarang tenggorokanku ingin sekali menenggak air.

"Udah bangun?" tanya Ayah dingin.

Aku berniat bangun tapi aku baru sadar ternyata ada infus di tangan kiriku.

"Diem aja," titah Ayah tegas. "Mau minum?"

Aku mengangguk, mataku mengikuti gerak langkah renta Ayah yang bangkit mengambilkan aku segelas air.

Sepergi Ayah dari ruangan ini. Aku bertanya-tanya, aku tidak sadarkan diri berapa lama?

Apa Ayah marah?

Apa karena aku pingsan?

Kenapa harus marah?

"Ini minum," kata Ayah sudah menyodorkan segelas air hangat kepadaku.

Aku bahkan tidak sadar kalau Ayah sudah tiba di depanku. Aku menerima gelas itu dan segera menenggak habis isinya.

Aku berdehem sekali. "Ayah."

"Kenapa? Masih pusing?" tanya Ayah dengan nada yang sedikit melembut, meski kulihat wajahnya tetap terlihat kaku.

Lihat selengkapnya