Malam pertama itu, sehabis semua orang tidur, Bagja kebangun sebentar. Bukan kebangun penuh. Dia kebangun dengan mata kebuka setengah, cukup buat sadar dia lagi di kasur yang bukan kasurnya, di kamar yang bukan kamarnya, sebelum ngantuk narik dia balik.
Dalam setengah sadar itu, hidungnya nyari sesuatu. Refleks lama, dari bertahun-tahun tidur di rumah yang selalu ada sisa masakan Jumat sore nempel di udara kamar, di rambut, di baju yang belum sempat dicuci.
Nggak ada apa-apa. Cuma bau kasur baru, bau kayu yang belum lama dicat.
Dia nggak protes soal itu. Dia bahkan nggak sadar dia lagi nyari sesuatu. Cuma badannya, sesaat, kerasa kayak nyampe di rumah yang salah, sebelum ngantuk menang dan dia tidur lagi.
*
Aroma Sayur Lodeh, Milik Keluarga Sertamulia, Diambil Malam ke-1.
Sebelum pergi, dia mampir dulu sebentar di hidung Bagja. Sekali. Antusias banget, kayak orang yang pamit baik-baik sebelum beneran cabut.