Rumemo: Rumah Penghisap Luka

Kartini F. Astuti
Chapter #9

Rasa Manis Asin Kaldu Tulang Ayam dan Sedikit Gula Merah, Toples ke 3, Rak Nomor 224

Malam kesembilan, Bagja pulang kerja bawa tulang ayam sisa dari tukang sayur langganan Pak Anto, dikasih gratis karena mau dibuang. Dia inget, samar, dulu Kenanga suka rebus tulang ayam lama-lama buat kaldu.

Dia rebus tulangnya, masukin bawang, masukin garam. Nyicip. Kurang sesuatu, tapi kurang apa, dia nggak tau. Tangannya mondar-mandir antara gula pasir sama gula merah, kayak orang nebak jawaban ujian tanpa yakin sama sekali.

"Ah, mungkin nggak butuh manis-manis amat," katanya, nyerah, nuang ke mangkuk buat besok.

Dia nggak inget dia pernah tau resep ini. Dia nggak inget dia pernah protes soal rasa yang "kurang pas" ke istrinya, dan ketawa waktu dikasih tau itu sengaja. Buat dia malam itu, ini cuma keahlian yang berkarat karena jarang dipakai. Bukan sesuatu yang dicuri.

*

Rasa Manis Asin Kaldu Tulang Ayam dan Gula Merah, Milik Keluarga Sertamulia, Diambil Malam ke-9.

Aku ambil rasa itu pelan-pelan, sedikit demi sedikit tiap kali Bagja masak ulang dan hasilnya makin jauh dari yang asli, sampai suatu hari dia lupa dia pernah bisa masak itu sama sekali. Aku simpen di rak paling atas, deket nada-nada lagu yang dulu Kenanga suka nyanyiin waktu nyuci piring. Berdampingan, kayak dua benda yang emang seharusnya nggak dipisahin, tapi sekarang cuma aku yang tahu mereka masih ada.

*

Rindu yang paling terakhir ikut larut, dan dia sadarnya bukan lewat satu momen, tapi lewat kumpulan momen kecil yang, kalau ditumpuk, jadi berat.

Suatu sore di dapur, mulutnya setengah kebuka mau jawab sesuatu, seolah ada suara yang teriak halus, "Rindu... gunting di mana?" Nggak ada siapa-siapa. Dia bener-bener nggak inget siapa yang biasa ngucapin kalimat itu.

Minggu berikutnya, dia ketawa beneran waktu Damba jatuh dari sepeda dengan gaya paling konyol yang pernah ada, ketawa yang keluar sendiri dari perutnya, sampai dia kaget denger suaranya sendiri. Malam itu, sebelum tidur, dia coba inget kapan terakhir kali dia ketawa sekeras itu.

Nggak ketemu.

Dua hal itu, terpisah beberapa hari, tapi kerasa sama: sesuatu yang seharusnya ada, ilang, dan dia nggak bisa nunjuk kapan persisnya ilang.

Lihat selengkapnya