Rumemo: Rumah Penghisap Luka

Kartini F. Astuti
Chapter #17

Ketawa yang Kelewatan Sebelum Sempat Ditahan

Rindu lagi mindahin jemuran waktu dia denger suara sapu dari sebelah, dan tanpa mikir panjang, dia nongol lewat celah pembatas.

"Bu, boleh nanya?" kata Rindu, iseng. Habis itu, dia nggak nyangka bakal dijawab serius. "Ibu dulu kerjanya apa, sebelum tinggal di sini?"

Bu Sukama berhenti nyapu. "Ibu dulu... hm." Dia mikir, lama, kayak lagi nyari sesuatu di ruangan gelap. "Ibu lupa."

Rindu ketawa kecil. “Ayah saya dulu mandor proyek, di salah satu kontraktor. Tapi rumahnya di sita karena hutang sana-sini. Sekarang, dia jadi pegawai gudang toko material. Toko Pak Anto.”

"Ibu dulu kerja juga." Tapi kali ini nada Bu Sukama nggak rata kayak biasa. Ada sesuatu di situ, jengkel, kayak orang yang baru sadar dompetnya ilang di tengah jalan. "Ibu... coba inget. Bentar."

Aku, dari balik pembatas, ikut penasaran. Aku sendiri nggak nyimpen ingatan itu spesifik. Pekerjaan lama Sukmiati bukan luka, bukan sesuatu yang pernah dia "serahin", jadi aku nggak pernah ambil itu. Kalau dia nggak bisa inget, itu bukan salahku.

Lihat selengkapnya