Temmy dan Zahra atau wali keponakannya yang memiliki anak tiga dan usianya lebih tua dari Mayrin dan Dendra, ketiga anaknya tidak terlalu dekat dengan Mayrin dan Dendra karena bersekolah di luar negeri. Larut dalam pekerjaan dan gaji yang nyaman itu yang membuat mereka jarang pulang ke Indonesia. Si bungsu dari anak Temmy dan Zahra berencana menyelesaikan kuliahnya kemudian segera kembali ke Indonesia, dia tidak berniat bekerja di sana meskipun gajinya besar karena tidak mau terlalu lama jauh dari orang tuanya. Ketiga anaknya tinggal bersama kakek-nenek dari Zahra di Australia. Zahra adalah adik dari mamanya Mayrin tetapi berbeda bapak, meskipun begitu Zahra adalah Tante yang sangat baik sedunia bagi Mayrin dan Dendra.
Berbicara tentang Zahra yang terlihat bule, papanya memang berasal dari Australia. Mayrin dan Dendra jarang diajak bertemu kakek-neneknya di Australia karena Mama mereka tidak berhubungan baik dengan orang tuanya dengan alasan dulu jarang perhatian pada anaknya sendiri di pernikahan pertama maupun kedua, orang tuanya lebih memperhatikan Zahra yang lebih pintar dari dirinya. Selama kehidupan pernikahannya pun Mama mereka jarang berkomunikasi dengan adiknya sendiri, itu yang menyebabkan anak-anak mereka tidak terlalu dekat atau seperti tidak bersaudara. Zahra dan Mayrin hanya memimpikan keluarga yang baik-baik saja dan saling dekat satu sama lain. Dengan kepulangan anak bungsunya nanti, Zahra berharap semua anaknya bertegur sapa dengan sepupunya sendiri.
Sore itu Zahra tampak melihat album foto asal-usul dia dan kakaknya, meskipun berbeda bapak bukan berarti mereka tiri. Zahra tidak tega marah pada mamanya yang sejak dulu memang tidak menyukai kehadiran Nadhyra Dara atau Mama Mayrin, Zahra tidak tahu sesakit apa kehidupan kakaknya sebelum dia lahir. Apalagi sepeninggal papa kandungnya yang baik padanya Nadhyra selalu kesepian, sementara mama mereka tidak peduli dengan kematian mantan suaminya itu. Malah pindah ke Australia bersama suami keduanya, atau papanya Zahra sendiri.