Tentang Nowella, Julian, dan Mr. Lee mereka memang cukup kompleks. Nowella merasa Julian baik pada siapa pun, bahkan setiap ada temannya apalagi perempuan yang sedang bahagia karena wisuda atau hal lainnya dia pasti mengirim buket. Padahal tidak semua harus dia kirimi sesuatu yang spesial. Nowella pikir hanya satu-satunya perempuan yang Julian perhatikan, ternyata Julian memang begitu sifatnya. Dan untuk masa depannya bersama Nowella dia belum terpikirkan hal apa pun, dia hanya suka menjalaninya saja dengan Nowella. Menyukai Nowella, tetapi dia belum paham membedakan arti perhatian pada orang terkasih dengan pada teman-temannya. Sejak saat itu Nowella sibuk membangun diri untuk menjadi motivator seperti gurunya Mr. Lee Erry.
Mr. Lee nama aslinya adalah Lee Jae Woo, pipinya yang merah sejak bayi itu yang menyebabkan dia dipanggil Cherry oleh keluarga dan teman terdekatnya. Mr. Lee sudah tinggal di depok sejak usianya 9 tahun, papanya tulen Korea dan sudah lama WNI pula. Mr. Lee memang WNI sejak awal. Mr. Lee memang nada bicaranya gual-geol dan seringkali memanggil Nowella dengan Ella, Ella itu sebenarnya nama ibunya Mr. Lee. Panggilan lain Nowella dari Mr. Lee adalah Berry karena itu buah kesukaan Nowella, Lee Ery pernah melihat Nowella makan Berry-berry-an saat cuaca panas. Lee Ery memang aslinya memang pelawak meskipun terkadang terlihat pemalu. Mr. Lee sudah lumayan terkenal sebagai motivator, baru-baru ini membuka vodcast di kanal internet dan Nowella dia dijadikan co-host-nya.
“Di dunia ini siapa sih yang tidak ingin hidup bahagia?” Nowella masih mengingat itu, dulu saat kali pertama dia tiba di Indonesia dan menghadiri suatu event lalu ada Mr. Lee yang diundang di acara tersebut, dia langsung terpana dengan cara bicara Mr. Lee.
Mr. Lee membuat vodcas dan nowella co-host-nya, sejak saat itu bibit-bibit cinta terasa di antara mereka. Nowella pun sering mengabaikan telepon Julian, karena dia juga sibuk belajar di depan kamera. Mr. Erry spontan berbicara ingin mengantar dan menjadi pasangannya di pertemuan dengan kakak iparnya, jadi mereka terlambat karena harus mencari pakaian couple.
Julian yang dapat membaca pikiran orang, dia menyukai Nowella dan sebaliknya. Julian tidak pernah cerita pada siapa pun tentang dirinya yang dapat membaca pikiran orang, termasuk Nowella, Julian memang orangnya baik ke semua orang dan menurut Nowella itu kurang bagus. Julian tahu isi hati Nowella dan perlahan menjauhi Nowella, Julian tidak perhatian lagi pada Nowella. Nowella orangnya serba dikerjakan, sedangkan Julian orangnya terlalu santai. Singkat cerita saat Julian memiliki usaha dan dia promosi pada teman-temannya, Julian kira sama seperti dirinya yang royal pada teman-temannya, mereka juga akan membeli produknya berupa potongam pakaian kantoran dan masih banyak lagi. Bisnis yang baru seumur jagung itu pada akhirnya mengalami kerugian besar, Julian masih beruntung karena dia menggunakan gedungnya sendiri. Sekarang dia mengerti apa yang dimaksud Nowella.