Ujian sebenarnya adalah ketika rasa itu terbalas. .
Viga terlihat lebih angun dengan pakaian tertutup, kini melihatnya ada keteduhan didalam hati Ali.
Ali sejenak teringat perkataan Khadijah, apakah mungkin ia menyukai Viga, Ali terus memperhatikan Viga, hingga secara tiba-tiba Viga menoleh padanya dan Ali menyadari ada debaran tak biasa didalam dadanya.
“Gue duluan yah.” Ucap Viga, Tak lama bus pun berhenti Viga lalu beranjak pergi.
“Kok cepet, Vig tunggu.” Ali lantas menyusul Viga.
“Loh kok lo ikut turun? rumah lo kan masih jauh. ya udah sanah gih balik mumpung busnya masih disitu.” Ucap Viga, namun Ali tak bergeming ia justru terus menatap Viga membiarkan Bus itu berjalan meninggalkannya.
“Li busnya,” Viga hendak menghentikan bus. Namun tiba-tiba Ali melangkah mendekati Viga, membuat Viga terdiam.
Ali terus menatap Viga tanpa berkedip, perlahan langkahnya mendekat, Viga bingung apa yang akan Ali lakukan, Viga lalu berjalan mundur berusaha menjaga jarak dengan Ali, dua langkah berikutnya Ali baru berhenti dan Vigapun ikut berhenti.
“Vig, Lo bener, ternyata gue emang gak bisa jaga Aprilia.”
“Maksudnya?”
“Gue, ”.
“Astagfirullahaladzim jangan bilang lo udah ngelakuin sesuatu sama Aprilia, lo lakuin apali ?” Viga kembali berjalan mundur menjauhi Ali, wajahnya terlihat histeris.
“Vig tenang, gue gak ngelakuin apa-apa kok. Gue emang hampir nyentuh dia, tapi itu gak sampe terjadi.”
“Apa! Hampir lo bilang, coba lo fikirin kalau kata hampir lo itu berubah jadi beneran gimana, lo mau tanggung jawab?” tanya Viga.
“Gak sejauh itu juga Vig, gue ngapa-ngapain Aprilia kok gue akui semalem gue salah, gue hilaf dan gue janji gue gak akan ngelakuin itu lagi.” ucap Ali berjanji.
“Terus mau sampai kapan lo kaya gini? Sampai lo bener-bener hilaf? kenapa sih lo masih gak sadar pacaran itu salah, gue kaya gini karena gue peduli sama lo, gue peduli sama akhirat lo gue gak mau lo terjerumus mendekati zinah.” Viga tampak menggebu-gebu.
“Jadi gue harus putusin Aprilia?” tanya Ali.
“Lo fikir aja sendiri!” Viga tampak kesal.
“Kenapa lo segitu pedulinya sama gue Vig”