Kala cinta mengubahmu. . .
Setelah Aprilia pergi, Ali masih terdiam cukup lama ditempat yang sama, sejenak ia memandangi langit. Awan-awan putih menggumpal disana, panas kini terasa menyilaukan mata. Ali memijat keningnya yang terasa sangat berat.
“Aku jadi bingung, jangan-jangan hati kamu itu bukan buat aku tapi buat Viga.” Kata-kata Aprilia kembali terngiang dalam benaknya,
Hari itu hubungannya dengan Aprilia berakhir tapi Ali sama sekali tak merasa sedih atau kecewa, Ali berusaha memejamkan matanya namun bayangan Viga selalu muncul pertama kali.
Ali teringat perkataan Vikra, Khadijah bahkan Aprilia yang seolah ingin menyadarkan tentang perasaannya, Ia merasakan bimbang jantungnya berdegub cepat.
“Sekarang gue ngerti.” Ali terbangun dari tempat duduknya, ia lalu bergegas..
Roda motor Ali berputar cepat menerobos jalanan kota yang ramai, Panas terasa membakar, lampu merah menghentikan motornya. Rasanya Ali tak ingin berhenti, hatinya menggebu ingin segera melesat menemui seseorang.
“bodoh, kenapa gue gak pernah sadar.” Geming Ali dalam hati, tangan Ali memutar pedal gas motor dengan cepat.
Kini Ali sadar alasan cemburunya dan cemburu Viga bukanlah sebatas cemburu persahabatan melainkan sebuah rasa yang selama ini tak ia sadari, Ali memacu lebih cepat motornya saat warna lampu berubah menjadi hijau.
Ali hampir sampai dirumah Viga, jantungnya berdebar cepat saat ia mengingat kedekatannya dulu dengan Viga, dari jauh ia menatap rumah itu dengan riang namun tak lama riangnya hilang saat ia melihat seorang pria tak asing keluar dari pagar rumah itu.
Pria itu adalah Vikra, entah untuk apa Vikra datang disana, Ali memperhatikan keduanya yang terlihat semakin akrab seketika ada rasa cemburu yang membakar disudut hati Ali.
Tak bebarapa lama Vikra terlihat pergi mengendarai motornya.
“Ali?” Viga terhentak saat melihat Ali, Ali lalu menepikan motornya dan berjalan menghampiri Viga.
“Euhh, Vikra baru aja pergi.” Ucap Viga mengira Ali datang mencari Vikra.
“Gue tau, gue udah liat, jadi lo udah terima dia?” Tanya Ali.
“Apaan sih, Vikra kesini ngasihin buku doang.”
“Buku apa? kalian itu beda jurusan, kalau lo butuh apa-apa harusnya itu ke gue.” Ali nampak kesal.
“Gak penting juga lo tau.”
“Ini penting, karena gue cemburu Vig.” Viga sejenak terdiam,
“Kita udah pernah bahas ini.”
“Sampai kapan sih lo mau nyembunyiin perasaan lo?”
“Perasaan apa sih li?”
“Alasan cemburu gue sama cemburu lo itu bukan Cuma sebatas cemburu persahabatan, iya kan?” Seru Ali.
“Cukup yah, inget lo itu pacar Aprilia.”
“Gue udah putus sama Aprilia.”
“Apa?” Seru Viga kaget.