Sahabat Posesif

Kim elly
Chapter #1

Chapter 1

"Van, tungguin dong!" seru Selina. Ia berlari kecil, napasnya tersengal berusaha mengejar langkah lebar Evan yang sudah jauh di depannya.


Evan menoleh sekilas dengan wajah gusar. "Lelet lo, ah! Kesiangan kita!" sahutnya sambil terus melangkah cepat meski dadanya mulai terasa sesak.


"Gendoooong..." rengek Selina manja, langkahnya mulai gontai karena kelelahan.

Evan mendengus kasar. "Yah, lo mah! Nyusahin dari dulu. Ogah, ah!" Bukannya berhenti, Evan justru mempercepat lariannya, membuat Selina semakin tertinggal di belakang.


"Atuh, Evan... gendong, ih!" Selina hampir menangis karena capek. Langkahnya terhenti, ia berdiri sambil memegangi lutut, menatap punggung Evan dengan tatapan memelas yang paling ampuh.


Evan berhenti. Ia membuang napas panjang ke udara, menyerah pada ego dan rasa kasihan. "Bjir lah, ya udah hayu," ucap Evan akhirnya sambil berjongkok, memunggungi Selina.


Tanpa menunggu dua kali, Selina langsung naik ke punggung Evan. "Lagian lo, motor pakai mogok segala!" gerutu Selina. TAK! Ia menjitak kepala Evan dengan gemas.


"Aww! Sakit anjir! Lo tuh ya, gue jatuhin tahu rasa!" ancam Evan. Meski mengomel, tangannya justru mengunci posisi Selina agar tidak merosot saat ia kembali berlari menuju gerbang sekolah.


Selina malah terkekeh geli. Ia menyandarkan dagunya di bahu Evan, tangan melingkar erat di leher sahabatnya itu. "Diem. Lo jangan ngakak," tegur Evan ketus, meski telinganya mulai memerah karena jarak mereka yang begitu dekat.


"Lo lucu, Van," bisik Selina sambil cengengesan. Napas hangatnya menggelitik leher Evan, membuat cowok itu merinding sesaat.


"Malah lucu, gue kagak ngelawak tahu!" sahut Evan kesal, menyembunyikan kegugupannya. "Motor gue kempes ban-nya. Mana tahu gue hari ini apes, kan nggak ada di kalender, Na!"


"Iya juga ya," balas Selina sambil tertawa renyah, seolah beban terlambat sekolah hilang begitu saja.


"Lo mah enak anjir malah ngakak, gue capek!" keluh Evan, meski ia tetap mempercepat lari saat melihat gerbang sekolah mulai bergerak menutup.

Lihat selengkapnya