Sahabat Posesif

Kim elly
Chapter #3

Chapter 3

Malam semakin larut di kamar Raka. Alunan petikan gitar terdengar samar, mengisi kekosongan di antara dua sahabat itu. Raka melirik Evan yang sejak tadi hanya menatap langit-langit plafon dengan pandangan kosong.


"Lo kenapa, Van?" tanya Raka memecah keheningan.


Evan menghela napas panjang, suaranya terdengar berat. "Bete gue. Bokap sama Nyokap berantem mulu di rumah."


Raka menghentikan petikan gitarnya. "Kenapa berantem?"


"Nggak tahu pasti. Tapi yang gue denger... katanya Bokap selingkuh," jawab Evan lirih. Ada nada luka yang berusaha ia sembunyikan di balik wajah datarnya.


"Hah? Serius lo?" Raka terhenyak, tidak menyangka keluarga Evan yang terlihat tenang menyimpan badai sebesar itu.


"Nggak tahu juga sih pastinya, gue males nyari tahu," gumam Evan. Ia membalikkan badan, membelakangi Raka untuk menutupi matanya yang mulai memanas.


Raka menepuk bahu Evan pelan. "Ya udah, lo sabar ya, Van." Evan hanya mengangguk pelan, tenggelam dalam pikirannya sendiri sementara Raka kembali memainkan gitar dengan melodi yang lebih lembut.


Keesokan harinya, deru motor Raka berhenti di depan rumah Selina. Bu Ayu yang sedang menyapu teras tampak heran melihat siapa yang datang.


"Lho, tumben bareng Raka? Evan mana?" tanya Bu Ayu pada putrinya.


Selina keluar dengan wajah yang masih sedikit ditekuk. "Nggak tahu, bete!" sahut Selina manja sambil mencium punggung tangan ibunya.


Pak Yuda, ayah Selina, muncul dari dalam rumah sambil terkekeh. "Dih, kalian ya... berantem lagi?"


"Evan-nya, Papa, ikh! Dia nakal!" adu Selina sambil merengut, membuat sang ayah tertawa kecil.


"Ya sudah, nanti kalau dia ke sini, Papa jewer kupingnya," canda Pak Yuda.


"Nah, gitu dong! Ya udah, Selina berangkat dulu ya. Assalamualaikum!" Selina pun berpamitan dan segera naik ke jok belakang motor Raka.


Saat motor mulai membelah jalanan pagi yang sejuk, Selina sedikit berteriak agar suaranya terdengar. "Si Evan ke mana, Ka?"

"Masih tidur dia," jawab Raka singkat.


"Hah? Nggak masuk?" Selina terkejut.


"Nggak. Katanya malas. Semalam dia begadang sambil ngerokok terus," jelas Raka jujur.


Mendengar itu, mata Selina membelalak. "Hah? Apa?! Kurang ajar si Evan ya! Lo... lo nggak ikutan ngerokok kan, Ka?" tanya Selina penuh selidik.


Raka mendadak gagap. "Hmm... euh... anu..."

"Aaakh, shibal! Kalian sama saja!" Selina yang geram langsung mencubit perut Raka dengan sangat keras.

Lihat selengkapnya