Sahabat Posesif

Kim elly
Chapter #4

Chapter 4

Selina merasa jantungnya berdegup kencang saat motor Bayu memasuki area kompleks perumahannya. Karena takut Pak Yuda atau Bu Ayu melihatnya dibonceng laki-laki selain Evan atau Raka, ia akhirnya meminta berhenti di depan warung pojok. Namun, malang tak dapat ditolak, Selina tidak menyadari bahwa di warung itu ada Evan.


Evan duduk santai di bangku kayu, satu kakinya dinaikkan ke atas kaki yang lain. Matanya yang tajam mengawasi setiap gerak-gerik Selina dari balik tudung jaketnya.


"Makasih ya," ucap Selina dengan senyum manis yang jarang ia tunjukkan pada Evan.

"Sama-sama. Besok jam sepuluh ya," balas Bayu ramah.


"Mau ke mana?" Suara berat Evan tiba-tiba menginterupsi, membuat Selina melonjak kaget.


Bayu menoleh, sedikit canggung melihat kehadiran Evan. "Nonton, Van. Sama Nara juga, kok."


Evan berdiri, berjalan mendekat dengan aura yang sulit ditebak. "Oh, jelas. Sama gue juga, ya kan, Sel?" ucap Evan sambil menekankan panggilan "Sel".


"Iiiikh! Kok 'Sel' sih? 'Na' aja panggilnya!" protes Selina kesal karena Evan sengaja mengubah panggilan kesayangannya.


"Sel... embrio," ledek Evan sambil terkekeh geli, meski hatinya terasa panas. Ia kemudian menatap Bayu dengan tatapan dingin. "Ya udah, nungguin apa lagi? Kan Selinanya sudah sampai."


Bayu yang merasa suasananya mulai tidak enak segera berpamitan. "Oh, iya. Aku pamit ya, Selina."


"Iya, makasih," balas Selina masih dengan sisa-sisa senyumnya. Begitu motor Bayu melaju pelan keluar kompleks, Evan langsung mencibir.


"Makasih yaaa..." ledek Evan, menirukan suara Selina dengan nada mengejek.


"Ih, Evan mah ganggu terus!" keluh Selina, ia menghentakkan kaki dan mulai berjalan pulang.


"Jangan pacaran dulu. Itu kata Pak Yuda, lho," sahut Evan mengikuti dari belakang.


"Jangan bilang Papa! Lagian dia bukan pacar," bela Selina tanpa menoleh.


Langkah Evan sedikit melambat, suaranya tiba-tiba melembut. "Intinya jangan dulu pacaran ya, Na."


Selina terdiam sejenak, lalu ia menatap langit biru di atas mereka. "Hmm... tapi Van, gue tuh penasaran deh. Gue pengen ngerasain first kiss tahu..."


Langkah Evan terhenti seketika. Ia menatap Selina dengan tatapan tak percaya. "Apa?! Lo tuh ya, Sel... Ini yang nggak boleh kata Papa lo, malah lo yang pengen!"


"Lagian cuma cup aja kok, Van," gumam Selina sambil mengerucutkan bibirnya.


Gemmas bercampur kesal, Evan langsung menghapit kepala Selina dengan lengannya dan memberikan jitakan kecil. "Aaakh! Sakit, Evan!" teriak Selina saat kepalanya dikempit dan ia dipaksa berjalan sambil terseret.


"Jangan mikir aneh-aneh, oke?" tegas Evan sambil terus menyeretnya bercanda.


Lihat selengkapnya