Sahabat Posesif

Kim elly
Chapter #5

Chapter 5

Selina sudah berdiri anggun dengan pakaian kasual pilihannya. Namun, suasana santai itu seketika pecah oleh intonasi dingin dari sudut ruangan.


"Pakai jaket," ucap Evan tegas, nyaris tanpa bantahan. Matanya menatap Selina dengan aura posesif yang sulit disembunyikan.


Selina mendengus, ia berkacak pinggang menatap Evan tidak percaya. "Evan, kita mau ke mall, bukan mau mendaki gunung! Masa harus pakai jaket sih?" protesnya.


Sebelum Evan sempat membalas dengan ketegasan yang lebih keras, Raka menyela dengan langkah tenang. Ia mengambil jaket putih milik Selina yang tergeletak di sofa. "Pakai jaketnya, Na. Biar nggak masuk angin," ucap Raka lembut, suaranya kontras dengan Evan. Tanpa menunggu persetujuan, ia menyampirkan jaket itu ke bahu Selina dan merapikannya dengan penuh perhatian.


"Aakh, kalian rese banget sih!" seru Selina kesal, meski wajahnya sedikit memerah karena perhatian kedua sahabatnya itu.


"Nanti dibuka di mall, Sel. Ini buat di motor aja," timpal Nara mencoba menengahi sebelum perdebatan makin panjang.


"Iya, betul," sahut Raka singkat. Ia menyentik dahi Selina dengan gemas.


"Aww! Sakit, Akaaa... ih!" Selina merengek manja sambil mengusap dahinya, bibirnya mengerucut menggemaskan. Raka hanya tersenyum tipis, namun matanya yang sayu menatap Selina dengan binar yang sulit diartikan—ada kasih sayang yang lebih dari sekadar sahabat di sana.


"Tuh, si Bayu datang," tunjuk Nara ke arah pintu.


Saat Selina hendak melangkah keluar, Evan menarik lengan gadis itu sebentar dan berbisik tepat di telinganya dengan nada mengancam. "Jangan pegang-pegang dia."

"Bawel lo!" balas Selina ketus. Meski kesal, ia tetap melangkah keluar dan naik ke boncengan motor Bayu dengan wajah cemberut.


Mesin motor menderu. Evan melesat lebih dulu dengan motornya, sementara Raka membonceng Nara di belakang. Di tengah terpaan angin jalanan, Raka membuka suara.


"Pacar lo mana?" tanya Raka setengah berteriak agar terdengar.


"Dah putus gue!" jawab Nara singkat, ada nada frustrasi dalam suaranya.


Raka terkekeh pelan di balik helmnya. "Bentar banget pacaran."


"Ngebosenin, anjir! Masa dia bilang gini: 'Lo tuh nggak bakal punya pacar kalau dekat terus sama Raka dan Evan'," ucap Nara menirukan suara mantan pacarnya dengan nada sinis.


"Lah, kita kan jagain lo, Ra. Jagain kalian berdua," bela Raka.


"Iya, gue paham! Tapi gue pengen cepat-cepat lulus deh biar nggak satu kampus lagi sama kalian. Bosen juga dari TK, SD, SMP, SMA, sampai di rumah pun nongkrongnya sama kalian terus. Gue sama Selina bisa jomblo seumur hidup, tahu nggak!" keluh Nara panjang lebar.


Lihat selengkapnya