BAB 1
Hari Pertama Bertemu Filemon
Namaku Petra Firmansyah.
Kalau ada yang bertanya siapa sahabat terbaik dalam hidupku, jawabannya selalu sama.
Filemon Aditya Putra.
Senyumnya sederhana, tawanya lepas, dan hatinya begitu luas hingga mampu menerima anak sepertiku—anak yang terkenal usil, keras kepala, dan sering membuat guru menggelengkan kepala.
Aku baru menyadari betapa berharganya persahabatan itu ketika semuanya telah terlambat.
Pagi itu, bel sekolah dasar berbunyi nyaring.
Aku berjalan pelan memasuki kelas empat dengan tas lusuh yang hanya memiliki satu tali. Ayah baru saja kehilangan pekerjaan, sehingga membeli tas baru bukanlah hal yang mungkin.
Aku memilih bangku paling belakang.
"Petra, jangan bikin ribut lagi tahun ini ya!" seru Bu Rina sambil tersenyum.
Anak-anak langsung tertawa.
Aku hanya mengangkat bahu.
Belum lima menit duduk, sebuah bola kertas melayang ke arahku. Tanpa berpikir panjang, kulempar kembali hingga mengenai kepala seorang teman.
"Kamu lagi, kamu lagi... Petra!" teriaknya.
Kelas langsung gaduh.
Bu Rina menghela napas panjang.
"Baru masuk sudah mulai."
Aku hanya nyengir.
Saat itulah seseorang duduk di sampingku.
"Apa bangku ini masih kosong?"
Aku menoleh.
Seorang anak berkulit sawo matang dengan rambut sedikit berantakan berdiri sambil membawa tas biru tua.
"Iya." Jawabku
"Aku Filemon."
Aku mengangguk singkat.
"Petra."